News

BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi 2,5 Meter di Perairan Sultra, Nelayan Diminta Waspada

Kondisi KMP Tongkol milik PT ASDP saat kandas di perairan Poleloa-Poleloa, Desa Namu, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Insiden ini terjadi saat cuaca laut sedang tidak bersahabat. (Foto: Istimewa)
Kondisi KMP Tongkol milik PT ASDP saat kandas di perairan Poleloa-Poleloa, Desa Namu, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Insiden ini terjadi saat cuaca laut sedang tidak bersahabat. (Foto: Istimewa)

KENDARI, KISAHAN.IDBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi gelombang tinggi mencapai 2,5 meter yang akan mengancam sejumlah perairan di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) hingga tiga hari ke depan.

Wilayah terdampak termasuk Laut Wakatobi, Konawe Kepulauan (Konkep), dan Konawe Selatan (Konsel), yang diprediksi dalam kondisi cuaca ekstrem. BMKG meminta masyarakat pesisir, khususnya nelayan dan pelaku pelayaran skala kecil, untuk meningkatkan kewaspadaan.

Menurut Koordinator Observasi dan Informasi BMKG Maritim Kendari, Faizal Habibie, kondisi ini disebabkan oleh tiupan angin kencang dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan mencapai 15 knot. Gelombang ekstrem ini diprediksi berlangsung hingga Rabu, 2 Juli 2025.

“Sejumlah wilayah terdampak meliputi Laut Wakatobi, perairan Cempedak Konsel, Konkep, Buton, Baubau, hingga Kabaena di Kabupaten Bombana,” ujar Faizal, Minggu (29/6).

BMKG juga mengimbau agar seluruh aktivitas bongkar muat, pelayaran wisata, dan penyeberangan antarpulau memantau kondisi cuaca terkini sebelum berlayar.

“Gelombang setinggi ini sangat berbahaya, apalagi bagi kapal kecil dan nelayan tradisional. Kami minta seluruh masyarakat di pesisir dan laut agar waspada dan tidak mengabaikan peringatan dini cuaca,” tegasnya.

Kecelakaan Laut Meningkat di Sultra

Sementara itu, berdasarkan data Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) atau Basarnas Kendari mencatat meningkatnya kecelakaan laut dalam sepekan terakhir di wilayah Sultra akibat cuaca ekstrem.

Setidaknya dua kapal tugboat dilaporkan kandas di wilayah Buton Utara dan Konawe Selatan, serta seorang nelayan asal Konkep ditemukan meninggal dunia setelah hilang beberapa hari saat melaut.

Basarnas mengimbau masyarakat dan pelaku pelayaran agar tidak memaksakan diri beraktivitas di laut selama periode cuaca buruk.

Penulis: Husni Mubarak

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *