Politik

AHY Apresiasi Kritik Mahasiswa Sultra Terkait Polemik Tambang Bombana, Instruksikan Kader Kawal Aspirasi Rakyat

Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dok: Istimewa.

KISAHAN.ID – Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengapresiasi sikap kritis mahasiswa asal Sulawesi Tenggara (Sultra).

Hal tersebut disampaikan AHY saat memberikan sambutan dalam peringatan 25 Tahun Partai Demokrat di Kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (5/9/2026).

AHY mengungkapkan, apresiasi tersebut berkaitan dengan kritik yang disampaikan seorang mahasiswa asal Sultra ketika dirinya menghadiri sesi dialog pada kegiatan Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa asal Sultra menyampaikan kritik dan keresahan masyarakat terkait polemik lahan yang sering terjadi di Kabupaten Bombana. Alih-alih merasa terganggu, AHY justru menyambut kritik tersebut sebagai bagian penting dari penyampaian aspirasi masyarakat.

“Beberapa waktu lalu, seorang peserta dari Sulawesi Tenggara berdiri dan menyampaikan kritik. Saya justru senang mendengarnya,” ucap AHY.

Menurut AHY, kritik yang disampaikan masyarakat maupun mahasiswa merupakan masukan penting bagi pemerintah dan para pemangku kepentingan untuk memahami persoalan yang terjadi di lapangan.

Ia pun menyatakan komitmennya untuk mengawal keluhan masyarakat yang disampaikan melalui forum tersebut, khususnya persoalan yang berkaitan dengan masyarakat di Kabupaten Bombana.

AHY juga mengingatkan seluruh kader Partai Demokrat agar tidak hanya hadir dalam kegiatan politik, tetapi benar-benar mendengarkan persoalan yang dihadapi masyarakat.

Ia menyebut, berbagai kelompok masyarakat masih menghadapi tantangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari, mulai dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pekerja informal, pengemudi ojek online, ibu rumah tangga, hingga generasi muda.

AHY menegaskan, kondisi nyata yang dirasakan masyarakat harus menjadi perhatian serius. Menurutnya, masih banyak rakyat yang telah bekerja keras, tetapi belum merasakan kehidupan yang benar-benar mudah.

Karena itu, ia meminta kader Demokrat untuk tidak abai terhadap berbagai persoalan tersebut dan menjadikan aspirasi masyarakat sebagai pijakan dalam menjalankan tugas serta pengabdian kepada bangsa dan negara.

Penulis: Herlis Ode Mainuru

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *