Hukrim

ABK Uki Raya dan Aksar Saputra Lines Bertaruh Nyawa di Laut Sultra: Nihil BPJS, Bersuara Takut PHK

Kapal tempat ABK kerja yang sering memuat penumpang lintas kepulauan di Sultra. Dok: Istimewa.

KISAHAN.ID – Di balik riuh ombak dan deru mesin kapal yang membelah perairan Sulawesi Tenggara (Sultra), tersimpan kisah pilu para Anak Buah Kapal (ABK) yang bekerja di PT Uki Raya Lines dan PT Aksar Saputra Lines. Setiap hari mereka menantang gelombang, cuaca buruk, hingga risiko kecelakaan di laut. Namun, di tengah bahaya yang mengintai, hak dasar mereka justru tak kunjung terpenuhi.

Sejumlah ABK mengaku tidak pernah terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Padahal, pekerjaan di atas kapal sarat risiko, mulai dari terpeleset di dek basah, tertimpa muatan, hingga ancaman saat cuaca ekstrem. Ironisnya, perlindungan jaminan sosial yang seharusnya menjadi pegangan saat musibah datang tak pernah mereka kantongi.

Salah satu ABK PT Uki Raya Lines berinisial A menuturkan, ia dan rekan-rekannya telah bertahun-tahun bekerja melayani rute pelayaran lintas kepulauan. Meski aktif berlayar tanpa jeda panjang, status kerja mereka tetap menggantung.

“Kami kebingungan, kalau mau menanyakan itu ke pihak perusahaan, kami takut jangan sampai dikeluarkan. Apalagi kami bekerja ini tidak memiliki kontrak yang jelas,” ujarnya lirih, Minggu (8/3/2026).

Rasa takut kehilangan pekerjaan membuat mereka memilih diam. Tanpa kontrak tertulis dan tanpa kepastian jaminan sosial, para ABK hanya berharap perjalanan mereka selalu selamat karena tak ada perlindungan bila kecelakaan terjadi.

Kondisi serupa dialami ABK di PT Aksar Saputra Lines. Seorang ABK berinisial S mengungkapkan bahwa selama bekerja dirinya sering dihantui rasa was-was jika sewaktu-waktu terjadi insiden kecelakaan kerja yang tidak terduga.

“Biarpun kadang sudah hati-hati saat bekerja, tidak tahu kapan saja musibah akan datang, apalagi belakangan ini banyak kejadian pekerja celaka saat sedang bekerja,” bebernya.

Sementara itu, kapal-kapal tetap berlayar. Para ABK tetap bekerja, menggenggam harapan agar suatu hari keselamatan dan kenyamanan mereka tak lagi sekadar janji yang terombang-ambing di lautan.

Terpisah, pihak Cabang PT Uki Raya Lines, serta PT Aksar Saputra Lines, hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan para ABK tersebut.

Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *