Transportasi

Polemik Layanan Transportasi Bandara, Lanud Haluoleo: Perbaikan dan Prioritaskan Kenyamanan Penumpang

Kepala Penerangan Lanud Haluoleo, Lettu Sus M. Yusuf. Dok: Istimewa.

KISAHAN.ID – Kepala Penerangan Lanud Haluoleo, Lettu Sus M. Yusuf, menyampaikan permohonan maaf terkait pelayanan transportasi yang belum maksimal, sekaligus menegaskan komitmen Lanud untuk memperbaiki layanan bagi masyarakat. Ke depan, Bandara Haluoleo akan berupaya meningkatkan kenyamanan dan kemudahan layanan bagi masyarakat yang menggunakan transportasi dari dan menuju bandara.

“Terkait dengan pelayanan taksi online atau transportasi bandara, kami dari Lanud memohon maaf karena pelayanan belum bisa memuaskan masyarakat. Kedepannya, kami akan memperbaiki sistem ini dan menjalin kerja sama dengan pihak transportasi, agar masyarakat lebih mudah mendapatkan akses,” jelas Lettu Yusuf melalui sambungan WhatsApp, Senin (19/1/2026).

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perhatian Lanud tidak hanya pada ketersediaan transportasi, tetapi juga pada kenyamanan dan keterjangkauan biaya bagi penumpang.

“Intinya, saya minta maaf terhadap masyarakat, khususnya terkait perjalanan dari bandara ke kota. Kami akan menata sistem transportasi agar lebih mudah, efektif, dan aman,” tambahnya.

Lettu Yusuf juga menuturkan, pihaknya terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai penyedia transportasi, termasuk taksi online, dengan tetap memperhatikan standar operasional dan biaya penjemputan yang wajar.

“Mereka yang keluar karena tidak sesuai standar atau terkendala biaya penjemputan. Lanud terbuka dan bisa bekerja sama dengan siapapun, selama memenuhi ketentuan,” ungkapnya.

Pernyataan ini muncul menyusul viralnya video keluhan penumpang di media sosial TikTok. Dalam video berdurasi 41 detik yang diunggah akun @milop.dessert, seorang penumpang perempuan mengaku kesulitan mendapatkan transportasi menuju Kota Kendari. Ia juga menyoroti tingginya biaya transportasi akibat belum tersedianya layanan taksi online di bandara.

“Apa di seluruh Kendari tidak ada Grab, atau Bandara Kendari saja yang tidak ada Grab? Aku dari sini ke hotel dari Rp180 ribu, nego Rp150 ribu,” ujar perempuan tersebut.

Menanggapi hal ini, Humas Bandara Haluoleo, Nurlansyah, menegaskan bahwa pengelolaan layanan transportasi penumpang, seperti rental dan Grab, merupakan kewenangan Lanud Haluoleo.

“Terkait layanan transportasi penumpang, itu bukan kewenangan pihak bandara. Wilayah operasional masih di bawah Lanud,” jelas Nurlansyah.

Melalui langkah proaktif ini, Lanud Haluoleo menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan transportasi di bandara, agar setiap penumpang dapat menikmati perjalanan yang nyaman, aman, dan efisien. Dukungan dari masyarakat dan kerja sama dengan berbagai penyedia transportasi diyakini akan menjadi solusi terbaik untuk memberikan layanan yang lebih baik ke depannya.

Redaksi

Loading

Facebook Comments Box

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *