KENDARI, KISAHAN.ID – Masyarakat Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), kini memiliki akses langsung ke layanan darurat 112. Layanan itu diluncurkan Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, di Claro Hotel Kendari, beberapa waktu lalu.
Layanan 112 merupakan bagian dari nomor tunggal panggilan darurat (NTPD) yang diinisiasi secara nasional Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Sistem itu memungkinkan warga untuk melaporkan berbagai keadaan darurat, seperti kebakaran, kecelakaan, bencana alam, gangguan keamanan, hingga kondisi medis mendesak, semuanya cukup dengan satu nomor.
“Layanan 112 akan beroperasi 24 jam penuh setiap hari dan terkoneksi langsung dengan sejumlah instansi terkait seperti damkar, kepolisian, rumah sakit, dan BPBD. Layanan ini dapat diakses secara gratis oleh seluruh warga Kendari,” ucap Siska, Rabu (18/6/2025).
Yang membuat layanan itu makin inklusif adalah sifatnya bebas pulsa dan tetap bisa diakses bahkan saat ponsel dalam keadaan terkunci atau tanpa saldo. Hal itu menjadikan 112 sebagai sistem tanggap darurat yang mudah dijangkau siapa pun dan kapan pun.

Peluncuran Layanan Darurat 112 di Kendari. Dok. Kisahan.id
Siska juga menyampaikan kehadiran layanan itu mencerminkan komitmen pemerintah untuk mempercepat respons terhadap insiden yang mengancam keselamatan warga.
“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi wujud nyata kepedulian kami terhadap keamanan dan keselamatan masyarakat,” tambahnya.
Siska juga berharap layanan Call Center 112 bisa menjadi garda terdepan dalam penanganan kejadian darurat di tengah masyarakat. Wali Kota menekankan pentingnya perbaikan sistem secara bertahap, baik dari sisi teknis maupun sumber daya manusia.
“Ini adalah layanan baru yang sangat dibutuhkan masyarakat. Tapi tentu masih butuh banyak penyempurnaan agar benar-benar efektif dan dapat diandalkan,” ujar Wali Kota Siska.

Wali Kota Kendari saat berkoordinasi dengan petugas di Layanan Darurat 112 Kota Kendari. Dok. Istimewa.
Dalam kesempatan itu pula, Dinas Komdigi Kendari menyerahkan sertifikat resmi kepada Pemkot Kendari sebagai pengakuan atas kesiapan menjadi bagian dari jaringan nasional layanan darurat 112. Kesiapan operasional layanan itu sudah dipersiapkan jauh-jauh hari Dinas Komdigi Kota Kendari.
Sementara itu, Kepala Dinas Komdigi Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, menjelaskan pihaknya telah melatih seluruh perangkat daerah melalui bimbingan teknis yang mencakup pelatihan SDM, pembentukan SOP, hingga penyiapan infrastruktur teknologi.
“Layanan ini tidak berdiri sendiri. Ia bekerja secara sistematis, mulai dari call center hingga ke petugas di lapangan, seperti pemadam kebakaran, kepolisian, hingga tim medis. Laporan warga akan langsung diteruskan ke instansi yang berwenang secara real time,” jelas Sahuriyanto.
Lanjutnya, masih terdapat sejumlah tantangan dalam layanan ini, salah satunya adalah banyaknya prank call atau panggilan iseng yang masuk setiap harinya.

Layanan Darurat 112 di Kendari. Dok. Istimewa.
“Prank call ini menjadi kendala tersendiri. Selain mengganggu, juga bisa menghambat respon terhadap panggilan yang benar-benar darurat. Kami berharap ada edukasi lebih luas ke masyarakat agar menggunakan layanan ini secara bijak,” paparnya.
Meski demikian, menurutnya layanan 112 terus menunjukkan perkembangan positif, ditandai dengan meningkatnya jumlah laporan yang ditangani dan respons petugas yang semakin cepat.
(ADV 3)
![]()














Komentar