KENDARI, KISAHAN.ID – Di bawah langit Kota Kendari yang temaram, angin Teluk berhembus pelan membawa aroma laut dan riak kecil yang berkejaran. Dari kejauhan, Jembatan Teluk Kendari tampak gagah membentang, namun belakangan menjadi saksi bisu tragedi nekat yang mengguncang hati banyak orang.
Di tengah keresahan itu, Jumat (15/8/2025), Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal dengan suara tenang namun tegas, ia memulai pesan religius, sebagai pengingat warga Kendari.
“Jangan berpikir cobaan kita adalah yang paling berat,” ucapnya.
Kata-kata itu terdengar sederhana, tetapi seperti anak panah yang tepat menembus hati. Ia mengingatkan bahwa setiap manusia memikul ujian yang berbeda, dan tidak ada satu pun yang berlangsung selamanya.
“Allah tidak akan menguji hamba-Nya di luar batas kemampuannya. Suka dan duka di dunia ini sama-sama akan berakhir. Kesedihan pun, jika kita bersabar, akan berganti kebahagiaan,” lanjutnya.
Ustaz Abduh juga menekankan inti pesan. Katanya, ada dua hal penting untuk dipegang. Pertama, perbanyak doa. Kedua, tinggalkan kemaksiatan.
“Karena dosa hanya akan menggelapkan hati dan memperberat ujian yang kita jalani,” tanbahnya.
Kata-kata itu bagai embun menyejukkan di tengah terik masalah hidup. Angin sore kembali berembus, namun perlahan mulai sepi di balik teluk. Tetapi, pesan itu tak ikut pergi. Ia tertinggal di hati setiap yang mendengar, menjadi pengingat agar tidak membandingkan beban hidup dengan orang lain, dan untuk selalu percaya bahwa di balik setiap kesulitan, ada harapan yang menunggu untuk ditemukan.
Penulis: Novrian Syah



















Komentar