KENDARI, KISAHAN.ID – Peredaran uang palsu kembali meresahkan warga Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Sejumlah pedagang pasar khawatir menjadi korban, apalagi transaksi di pasar masih banyak menggunakan uang tunai.
Keresahan itu mencuat setelah seorang warga menerima kembalian pecahan Rp20 ribu palsu di sebuah rumah makan. Seorang karyawan BRILink juga sebelumnya menjadi korban peredaran uang palsu.
Jumarni (42), pedagang Pasar Anduonohu, mengaku waswas meski belum pernah mengalaminya.
“Sudah sepuluh tahun menjual, saya belum pernah dapat uang palsu. Tapi saya berharap pemerintah memperketat pengawasan. Takutnya pedagang lain jadi korban,” ujarnya, Rabu (17/9/2025).
Sementara itu, pedagang lain, Dewi, mengaku pernah menerima uang palsu pecahan Rp100 ribu dari pembeli sayur.
“Saya baru sadar setelah pulang. Dagangan seharian dibayar pakai uang kertas biasa. Saya pasrah saja,” katanya.
Para pedagang menilai peredaran uang palsu sangat merugikan, karena hasil jualan digunakan untuk kebutuhan keluarga dan modal usaha. Mereka meminta pihak berwenang memperketat pengawasan agar kasus serupa tidak semakin meluas.
Penulis: Husni Mubarak



















Komentar