KISAHAN.ID – Polemik penelantaran puluhan jemaah umrah di Madinah pada Sabtu (14/2/2026) menyeret sejumlah biro perjalanan. Dua di antaranya adalah PT Travelina Indonesia dan Halisa Tour & Travel Umrah. Nama kedua travel ini disebut Kahfi saat dirinya diperiksa oleh polisi.
Kepada polisi, Kahfi membeberkan bahwa proses perekrutan jemaah umroh yang ia berangkatkan ke Madinah memiliki kaitan dengan PT Travelina Indonesia dan Halisa Tour & Travel Umrah. Namun, kedua travel ini tiba-tina memberikan klarifikasi setelah nama mereka disebut dalam pemeriksaan terhadap Kahfi.
Klarifikasi Travelina Indonesia
Direktur PT Travelina Indonesia, Wisyaditama, menegaskan bahwa perusahaannya tidak terlibat dalam operasional pemberangkatan jemaah. Ia mengakui hanya membantu akses administrasi melalui izin Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) milik Travelina agar Kahfi dapat memproses data jemaah di Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh).
“Travelina memiliki izin PPIU resmi. Dia meminta tolong untuk mengeluarkan Siskopatuh agar jemaah bisa berangkat. Saya membantu semata-mata karena mengenal Kahfi sebagai teman, tanpa ada motif menjual dokumen tersebut,” ujar Wisyaditama kepada media, Senin (16/2).
Ia menegaskan, setelah proses administrasi tersebut, pihaknya tidak lagi terlibat dalam pengelolaan teknis perjalanan maupun pendampingan jemaah di lapangan.
Penjelasan Halisa Tour & Travel
Humas Halisa Tour & Travel Umrah, Rustam, juga membantah keterlibatan dalam operasional jemaah yang terlantar. Menurutnya, hubungan antara Halisa dan Kahfi sebatas penyewaan ruangan kantor.
“Saudara Kahfi statusnya murni hanya penyewa properti di Halisa untuk kantor travel miliknya. Dalam operasionalnya, atribut yang digunakan adalah Travel Khaerani dan Travelina Indonesia, bukan Halisa Tour,” tegas Rustam, Selasa (17/2).
Ia memastikan, Halisa tidak terlibat dalam proses pemberangkatan maupun pengelolaan jemaah yang bermasalah tersebut.
Vacana Kendari Turun Langsung
Di tengah derasnya klarifikasi dari dua travel tersebut, Travel Vacana Kendari mengambil langkah berbeda. Meski tidak terlibat dalam proses awal pemberangkatan, tim Vacana turun langsung melakukan pendampingan kepada para jemaah.
Mereka melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, memastikan kebutuhan jemaah terpenuhi, serta membantu proses lanjutan hingga para jemaah dapat kembali melanjutkan ibadah umrah. Pada Selasa (17/2), para jemaah akhirnya dilepas kembali menuju Tanah Suci.
Salah seorang jemaah, Feri, menyebut langkah tersebut sebagai bentuk tanggung jawab sosial. Mewakili jemaah lain, ia menyampaikan terima kasih kepada Travel Vacana Kendari dan sejumlah pihak yang turut membantu, termasuk Pemerintah Kota Kendari, Bank Sultra, anggota DPR RI, serta DPRD Kota Kendari.
“Terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada kami. Semoga selalu diberikan kemudahan dalam segala urusan,” ujarnya, Kamis (19/2).
Sikap Vacana Kendari menjadi sorotan karena hadir saat para jemaah berada dalam kondisi cemas dan penuh ketidakpastian. Ketika sejumlah pihak sibuk menjelaskan batas keterlibatan masing-masing, Vacana memilih berada di lapangan, memastikan para tamu Allah tetap dapat menunaikan ibadahnya.
Redaksi



















Komentar