KENDARI, KISAHAN.ID — Suasana pagi di kawasan Jalan Bunggasi, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, berubah mencekam ketika kobaran api melalap deretan kios milik warga, Rabu (14/1/2026) sekitar pukul 05.00 Wita. Dalam hitungan menit, tempat usaha yang selama ini menjadi tumpuan hidup para pedagang itu hangus tak bersisa.
Ketua RT 33 Kelurahan Anduonohu, Unrung, menuturkan api pertama kali terlihat menjalar dari salah satu bangunan dan dengan cepat merambat ke kios lainnya. Material bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat api kian sulit dikendalikan.
“Nyala api cepat menyebar, warga hanya bisa menyelamatkan diri,” ujar Unrung dengan nada prihatin.
Sebanyak 15 petak bangunan terdampak dalam peristiwa tersebut. Rinciannya, 12 kios dagangan, dua ruko, serta satu warung makan Padang rata dengan tanah. Tak hanya itu, satu unit mobil Toyota Innova berwarna putih yang terparkir di depan bangunan juga ikut dilalap api.
Para pedagang hanya bisa menyaksikan barang dagangan mereka—mulai dari kelapa, sandal, hingga sepatu—habis terbakar. Puing-puing bangunan dan sisa arang menjadi saksi hilangnya sumber penghidupan yang selama ini mereka bangun bertahun-tahun.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Kendari yang menerima laporan segera mengerahkan kekuatan penuh ke lokasi kejadian. Sebanyak 60 personel bersama tujuh unit armada dikerahkan untuk memadamkan api agar tidak merambat ke pemukiman warga lainnya.
“Personel yang kita turunkan kurang lebih 60 orang dari masing-masing regu. Kendaraan unit kita ada tujuh unit,” kata Kabid Damkarmat Kendari, Amir Yusuf.
Api berhasil dipadamkan, namun petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Meski demikian, kerugian materiil diperkirakan cukup besar dan masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.
Kini, para pedagang terdampak berharap adanya perhatian dan bantuan agar mereka dapat kembali bangkit dan melanjutkan usaha demi memenuhi kebutuhan keluarga.
Redaksi



















Komentar