Hukrim

Tak Dibayar Usai Lakukan “Laga Sesama Lelaki”, Pria Kendari Ini Pilih Curi Motor Korban

Pemuda berinisial IH (23) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), yang ditangkap polisi usai curi motor rekan. Dok: Istimewa.

KISAHAN.ID – Ada-ada saja cara orang menagih janji. Seorang pemuda berinisial IH (23) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), memilih “ganti rugi mandiri” setelah mengaku tak menerima bayaran Rp300 ribu yang dijanjikan oleh teman prianya, NA (43). Padahal IH sudah melayani nafsu NA bahkan melakukan “laga sesama lalaki”.

Bukannya membuat surat penagihan atau mengirim pesan pengingat, IH justru membawa pulang satu unit sepeda motor Honda Scoopy, telepon genggam, dan tas milik korban saat keduanya menginap di sebuah hotel di kawasan Kendari Barat.

Peristiwa yang terjadi di Hotel Kartika pada Senin (25/5/2026) dini hari itu akhirnya terungkap setelah Tim URC Buser 77 Satreskrim Polresta Kendari berhasil mengamankan IH beberapa hari kemudian.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, menjelaskan bahwa korban dan pelaku sebelumnya berkenalan melalui Facebook. Pertemanan dunia maya itu kemudian berlanjut ke pertemuan langsung hingga menginap bersama di hotel.

Namun, pagi harinya korban terbangun dengan kejutan yang tidak termasuk dalam paket kamar hotel. Teman yang semalam menemaninya sudah menghilang. Ponsel hilang. Tas hilang. Motor pun ikut check out lebih dulu.

“Dalam pemeriksaan, IH mengaku sempat dijanjikan bayaran Rp300 ribu oleh NA setelah memenuhi permintaan korban, berhubungan sesama pria. Karena uang yang dijanjikan tak kunjung diterima, ia mengaku kesal dan memutuskan membawa barang-barang milik korban,” ucapnya, Senin (1/6).

Tak berhenti sampai di situ, Scoopy yang dibawa kabur bahkan sempat ditawarkan di Marketplace Facebook untuk ditukar tambah dengan motor lain plus uang tunai. Sementara ponsel korban dijual dan uangnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, membayar kos, hingga bermain judi online.

Polisi berhasil mengamankan motor Scoopy, satu unit Yamaha Mio M3 hasil barter, serta tas berisi identitas korban. Adapun ponsel korban masih dalam pencarian.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa urusan pertemanan di media sosial memang bisa membawa banyak hal. Ada yang berujung pertemanan, ada yang berujung transaksi, dan ada juga yang berakhir dengan laporan polisi. Yang jelas, kalau ada janji Rp300 ribu, sebaiknya diselesaikan dengan baik-baik, bukan dengan membawa pulang satu motor.

Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *