Olahraga

Misi Besar Triple A Bidik Nakhoda KONI Sultra: Mengembalikan Kejayaan Atlet dan Olahraga Bumi Anoa

Calon Ketua KONI Sultra, Andi Ady Aksar. Dok. Istimewa.

KENDARI, KISAHAN.ID – Dunia olahraga Sulawesi Tenggara (Sultra) tengah menatap cakrawala baru. Dalam pusaran harapan dan tuntutan prestasi, muncul satu nama yang mencuri perhatian, Andi Ady Aksar, atau yang lebih akrab disapa Triple A.

Sosok ini digadang-gadang sebagai calon kuat Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sultra periode 2025–2029. Lebih dari sekadar figur politik atau organisatoris, Triple A menawarkan energi baru, kepemimpinan yang membumi, dan visi besar untuk kemajuan olahraga di Bumi Anoa.

Berbicara dengan media ini, Triple A tak sekadar menyatakan kesiapan administratif untuk mendaftarkan diri sebagai calon ketua, tetapi juga memaparkan komitmen yang menyentuh akar permasalahan olahraga daerah, ketertinggalan, minimnya prestasi berkelanjutan, dan kurangnya perhatian struktural terhadap pembinaan atlet sejak dini.

“Insya Allah, siap. Pastinya kami siap,” tegasnya, Selasa (22/7/2025).

Andi Ady Aksar ingin menghapus kesan KONI sebagai organisasi elitis yang jauh dari atlet dan pelatih. Ia membayangkan KONI sebagai rumah besar olahraga, tempat seluruh insan olahraga, dari atlet, pelatih, pengurus hingga masyarakat luas, merasa memiliki peran dan ruang untuk berkembang.

Di matanya, Sultra memiliki banyak talenta muda, tetapi sistem pembinaan yang lemah dan perhatian yang kurang membuat potensi itu kerap tak berkembang optimal.

“Olahraga Sultra harus bisa menembus batas. Kita ingin tampil bukan hanya sebagai peserta, tapi sebagai juara, baik di level nasional maupun internasional,” tambahnya.

Andi Ady Aksar bersama para atlte bapal di Sultra. Dok. Istimewa.

Sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Sultra, Andi Ady Aksar, menyadari tantangan untuk menjaga netralitas dalam kepemimpinan olahraga. Namun ia dengan tegas menyatakan komitmennya untuk menjauhkan KONI dari kepentingan politik praktis.

Bagi Triple A, olahraga adalah ruang suci yang hanya boleh diisi oleh dedikasi, kerja keras, dan semangat fair play.

“KONI harus berpihak sepenuhnya pada atlet. Kita ingin menciptakan lingkungan olahraga yang sehat, profesional, dan terbuka. Semua potensi harus diberi kesempatan yang sama,” tuturnya.

Triple A juga menyoroti pentingnya sinergi antara KONI dan pemerintah daerah. Bukan sekadar jargon, ia menilai kerja sama strategis ini harus diwujudkan dalam bentuk program yang menyentuh langsung kebutuhan atlet dan cabang olahraga. Baginya, masa depan olahraga bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga soal membentuk karakter, kedisiplinan, dan membangun generasi yang kuat secara mental dan fisik.

“Saya ingin olahraga menjadi wajah positif Sultra. Wajah yang menunjukkan semangat, kerja sama, dan prestasi,” ungkapnya.

Triple A hadir membawa harapan, bukan hanya bagi atlet, tetapi juga bagi para penggerak olahraga di tingkat akar rumput. Ia berjanji akan membuka akses pembinaan yang lebih merata, memperkuat kompetisi lokal, dan mendorong profesionalisme dalam tata kelola organisasi. Dengan pendekatan strategis, ia ingin olahraga menjadi bagian integral dari pembangunan manusia di Sultra.

“Jika diberikan amanah, saya ingin KONI Sultra menjadi organisasi yang bergerak, mendengar, dan bertindak. Kita butuh perubahan nyata, dan saya siap mengawal itu,” tutupnya.

Dengan visi yang kuat, komitmen yang tegas, dan semangat kebersamaan yang menyala, Triple A siap menjadi nahkoda baru olahraga Sultra. Ia bukan sekadar datang untuk mencalonkan diri, tapi membawa misi besar, mengembalikan kejayaan olahraga Bumi Anoa dan menciptakan warisan prestasi yang bisa dibanggakan generasi mendatang.

Penulis: Khairul

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *