KISAHAN.ID — Aksi penganiayaan disertai pengeroyokan menggunakan senjata tajam terjadi di Jalan Brigjen M. Yunus, Kelurahan Lepo-lepo, Kecamatan Lepo-lepo, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu sekitar pukul 03.45 Wita. Dua pemuda berinisial AN (27) dan AB (26) mengalami sejumlah luka akibat serangan tersebut.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku.
“Peristiwa ini sedang kami tangani. Tim sudah turun untuk mengumpulkan keterangan saksi dan memburu para pelaku,” ujar Welliwanto, Selasa (5/5).
Berdasarkan keterangan korban, insiden bermula saat AB bersama sejumlah rekannya keluar dari lokasi dan melihat adanya perkelahian di area parkir. AB berupaya melerai, namun justru mendapat pukulan dari seseorang yang tidak dikenal hingga akhirnya mencoba menyelamatkan diri.
“Saat hendak masuk ke dalam mobil, ia kembali diserang oleh pelaku lain dan sempat meminta pertolongan petugas keamanan sebelum ditarik keluar dan dianiaya,” tambahnya.
Sementara itu, AN yang melihat rekannya dikeroyok berusaha membantu melerai. Namun, ia justru menjadi sasaran pengeroyokan oleh tiga orang tak dikenal. Salah satu pelaku dilaporkan menggunakan pakaian berwarna hijau, sementara lainnya mengenakan hoodie belang dan baju hitam. Dalam kejadian itu, pelaku mengeluarkan senjata tajam dan menyerang korban.
Seorang saksi mata menyebut para pelaku sempat mengejar dirinya saat mencoba membantu korban, namun ia berhasil melarikan diri. Setelah kejadian, para pelaku kabur menggunakan sepeda motor.
Akibat insiden tersebut, AN mengalami luka robek di wajah, luka gores di lutut dan dahi, serta luka tusuk di bagian punggung. Sementara AB mengalami luka gores di pipi dan tangan, serta luka robek di dada dan punggung akibat senjata tajam.
Polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian ini untuk segera melapor guna membantu proses penyelidikan.
Redaksi: Muammar Said Fadholi














Komentar