KISAHAN.ID — Dugaan penyimpangan dana jemaah TRG Kendari mulai terungkap. Dari hasil pemeriksaan awal terhadap aliran dana periode Januari 2025 hingga Februari 2026, ditemukan selisih sebesar Rp1.336.740.000 dari salah satu agen terbesar.
Tim pemeriksa melakukan pendalaman terhadap rekening BRI Nomor 019201142858504 atas nama Hj. Amra Nur yang menjadi objek analisis arus dana dari agen tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan mutasi rekening, total dana yang masuk tercatat sebesar Rp9.691.405.000.
Dari jumlah tersebut, terdapat fee atau upah agen sebesar Rp381.145.000 yang berada di luar harga paket jemaah. Dengan demikian, dana bersih yang tercatat dikelola sebesar Rp9.310.260.000. Jika dikurangi fee agen, maka dana efektif yang dikelola sebesar Rp9.310.260.000.
Sementara itu, total kewajiban perjalanan yang seharusnya dibayarkan agen tercatat sebesar Rp10.647.000.000. Nilai tersebut berasal dari paket Bintang 3 Reguler 9 Hari sebanyak 336 orang senilai Rp6.720.000.000, Bintang 3 Ramadan 30 Hari sebanyak 24 orang sebesar Rp840.000.000.
Berikutnya, Bintang 3 Reguler 12 Hari sebanyak 19 orang sebesar Rp617.500.000, paket Bintang 5 sebanyak 35 orang senilai Rp1.330.000.000, paket Aqsa sebanyak 7 orang sebesar Rp339.500.000, serta DP Ibadah Haji sebanyak 4 orang dengan total Rp800.000.000.
“Total kewajiban umrah dan haji dari agen tersebut mencapai Rp10.647.000.000,” katanya.
Hasil rekonsiliasi antara dana yang dikelola dan total kewajiban menunjukkan adanya kekurangan sebesar Rp1.336.740.000.
“Dari perbandingan tersebut terdapat selisih Rp1.336.740.000 yang hingga kini masih perlu penelusuran lebih lanjut,” tambahnya.
Selisih itu menimbulkan dugaan bahwa sebagian dana jemaah tidak sepenuhnya disetorkan kepada pihak travel sebagaimana mestinya.
Namun demikian, pemeriksaan ini baru dilakukan terhadap satu agen terbesar TRG dan masih berdasarkan analisis rekening travel.
“Penelusuran lanjutan masih akan dilakukan, termasuk kemungkinan adanya aliran dana langsung dari jemaah kepada agen serta pemeriksaan terhadap agen lainnya,” tegasnya.
Proses klarifikasi dan pendalaman terus berjalan guna memastikan transparansi serta akuntabilitas pengelolaan dana jemaah.
Redaksi



















Komentar