KISAHAN.ID – Kasus pengeroyokan brutal yang dialami seorang pria berinisial H di Kelurahan Tinanggea, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), hingga kini belum menemui titik terang. Meski rekaman CCTV dan hasil visum telah dikantongi polisi, para pelaku masih bebas berkeliaran.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (15/5/2026) sekitar pukul 22.11 Wita di depan tempat kerja korban. H diduga dikeroyok sekelompok pria hingga mengalami lebam di bagian wajah. Aksi kekerasan tersebut bahkan terekam jelas kamera CCTV.
Pihak keluarga korban pun mendesak Polsek Tinanggea dan Polres Konsel segera bertindak tegas menangkap para pelaku. Mereka menilai aparat lamban menangani kasus tersebut meski bukti dinilai sudah cukup kuat.
Paman korban, A, mengungkapkan laporan polisi telah dibuat sejak malam kejadian. Selain rekaman CCTV, pihak keluarga juga menyerahkan hasil visum dari Puskesmas Tinanggea sebagai barang bukti.
“CCTV jelas, pelaku terlihat. Seharusnya cepat ditangkap, tetapi sampai sekarang belum juga diamankan oleh Polsek Tinanggea maupun Polres Konsel,” kata A, Minggu (17/5/2026).
Korban H menuturkan, insiden pengeroyokan bermula saat dirinya bersama sepupu dan seorang rekannya sedang menunggu jemputan di lokasi kejadian. Tiba-tiba datang seorang pria bernama Alif bersama beberapa rekannya dan mengajak balapan.
Menurut H, ajakan tersebut sempat ditanggapi dengan menawarkan balapan dengan teman Alif. Namun situasi mendadak memanas karena Alif diduga tersinggung.
“Dia mengajak sepupuku balapan, tapi kami bilang balapan saja sama temannya. Mungkin dia tersinggung,” ujar H.
Tak lama berselang, Alif disebut menelepon sejumlah rekannya. Beberapa menit kemudian, tiga pria tak dikenal datang berboncengan menggunakan sepeda motor.
Tanpa banyak bicara, salah seorang pria berbaju putih langsung turun dari motor dan memukul korban. Aksi brutal itu kemudian diikuti pria berbaju merah yang turut menghajar H di depan tempat kerjanya.
“Ada tiga orang yang mengeroyok saya. Yang saya kenal cuma Alif, tapi di CCTV dia tidak memukul, hanya mengajak teman-temannya datang,” beber korban.
Hingga kini korban masih menjalani pemeriksaan di Polsek Tinanggea. Keluarga berharap aparat kepolisian segera menangkap seluruh pelaku dan memberikan hukuman setimpal agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
“Sampai sekarang belum ada yang ditangkap. Saya masih diperiksa. Mudah-mudahan para pelaku segera diamankan,” pungkas H.
Redaksi: Muammar Said Fadholi



















Komentar