KISAHAN.ID – Dugaan pencabulan terhadap seorang asisten rumah tangga (ART) di rumah pribadi Bupati Konawe Selatan (Konsel), Irham Kalenggo, terus didalami Satreskrim Polresta Kendari. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah pribadi bupati, Jalan Brigjen M. Yoenoes, Kelurahan Lepo-lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Kamis (14/5/2026) dini hari.
Olah TKP dipimpin Kanit I Pidum Satreskrim Polresta Kendari, Ipda Zahra Maulidya Abri, bersama personel Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta tim Identifikasi Satreskrim Polresta Kendari. Dalam kegiatan tersebut, polisi memeriksa sejumlah titik di dalam rumah yang diduga berkaitan dengan dugaan tindak pidana pencabulan.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, mengatakan penyidik melakukan dokumentasi, identifikasi lokasi, hingga pemeriksaan ruangan guna mencocokkan keterangan korban dengan kondisi di TKP.
“Anggota juga memeriksa sejumlah titik di dalam rumah untuk mencari dan mengumpulkan alat bukti yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana perbuatan cabul tersebut,” ujarnya.
Dalam olah TKP itu, korban berinisial S turut memperagakan sembilan adegan yang diduga berkaitan dengan peristiwa yang dialaminya. Rekonstruksi awal tersebut dimulai dari ruang tengah rumah hingga ke dalam kamar yang diduga menjadi lokasi terjadinya pencabulan.
“Totalnya ada 9 adegan yang diperagakan, mulai dari ruang tengah sampai kamar,” bebernya.
Penyidik juga mendalami alur peristiwa berdasarkan keterangan korban untuk memperkuat rangkaian penyelidikan. Polisi memastikan proses olah TKP berlangsung aman dan kondusif.
Sebelumnya, polisi mengaku telah mengantongi identitas terduga pelaku berinisial C yang diketahui bekerja sebagai sekuriti. Namun, C disebut bukan petugas keamanan yang berjaga di rumah pribadi Bupati Konsel. Polisi menyebut terduga pelaku masih memiliki hubungan keluarga dengan istri bupati.
Saat ini, penyidik masih mengumpulkan alat bukti tambahan, termasuk hasil visum korban di RS Bhayangkara Kendari, serta memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap kronologi lengkap kasus tersebut.
Redaksi














Komentar