Branding

Tamborasi dan Cerita Lebaran, Primadona Wisata di Kolaka

Sejumlah wisatawan di Pantai Tamborasi Kolaka. Dok: Istimewa.

KISAHAN.ID – Libur Lebaran selalu punya cara sendiri untuk menghadirkan kebahagiaan. Bagi banyak orang, momen ini bukan sekadar pulang kampung dan bersilaturahmi, tetapi juga waktu yang tepat untuk melepas penat bersama orang-orang terdekat. Seperti yang terlihat di kawasan wisata Sungai Tamborasi, Desa Tamborasi, Kecamatan Iwoimendaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Selasa (24/3/2026).

Sejak pagi hari, ribuan pengunjung sudah mulai berdatangan. Arus manusia tak pernah benar-benar surut hingga menjelang sore. Anak-anak berlarian di tepi pantai, orang tua duduk santai di bawah rindangnya pepohonan, sementara anak muda sibuk mengabadikan momen dengan latar keindahan alam yang memanjakan mata.

Sungai Tamborasi yang dikenal sebagai sungai terpendek di dunia kembali menjadi magnet utama. Dengan panjang hanya sekitar 20 meter dan lebar kurang lebih 15 meter, sungai ini tampak sederhana, namun menyimpan pesona yang sulit dilupakan. Letaknya sekitar 200 meter dari pintu masuk kawasan wisata, seolah mengajak setiap pengunjung untuk berjalan sejenak sebelum akhirnya terpukau.

Di tempat ini, keajaiban kecil alam terasa begitu nyata. Air tawar yang jernih berwarna hijau toska mengalir tenang dari celah tebing batu, berdampingan dengan air laut tanpa benar-benar menyatu. Perbedaan suhu air pun menambah pengalaman unik, bagian hilir terasa dingin menyegarkan, sementara di hulu airnya cenderung hangat, menghadirkan sensasi yang jarang ditemukan di tempat lain.

Keramaian tak hanya terlihat di area sungai. Pesisir pantai, gazebo, hingga sudut-sudut teduh dipenuhi pengunjung. Banyak yang rela menggelar tikar di atas pasir, menikmati kebersamaan meski tanpa tempat duduk yang memadai. Tawa, canda, dan obrolan hangat bercampur dengan debur ombak, menciptakan suasana liburan yang begitu hidup.

Fajar (25), salah seorang pengunjung asal Konawe, mengaku sudah lama ingin mengunjungi tempat ini. Bersama teman-temannya, ia memanfaatkan libur Lebaran untuk akhirnya datang dan merasakan langsung keindahan Tamborasi.

“Dari dulu penasaran, apalagi katanya ini sungai terpendek di dunia. Sekalian juga mau santai dan kumpul sama teman-teman,” ujarnya sambil tersenyum.

Di balik ramainya pengunjung, ada cerita lain yang tak kalah hangat. Kehadiran wisatawan membawa rezeki bagi para pelaku UMKM lokal. Pedagang makanan, minuman, hingga penyewaan perlengkapan terlihat berjajar rapi, melayani pengunjung tanpa henti. Bagi mereka, momen libur Lebaran seperti ini adalah kesempatan emas untuk meningkatkan pendapatan.

Sungai Tamborasi bukan hanya tentang keindahan alam, tetapi juga tentang pertemuan cerita, antara manusia, alam, dan harapan. Di tempat ini, setiap orang datang dengan tujuan yang sama: mencari kebahagiaan sederhana, dan pulang dengan kenangan yang tak terlupakan.

Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *