News

Video Viral TKW Konawe Berdomisili Palu: Minta Pulang Usai Disiksa dan Dilecehkan Majikan di Oman

TKW asal Konawe berdomisili di Palu, Sulteng, Eka. Dok. Istimewa.

KISAHAN.ID – Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), namun berdomisili di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), bernama Eka Arwanti, mengaku menjadi korban penyiksaan dan pelecehan selama bekerja di Oman. Curhatan Eka viral di media sosial setelah diunggah melalui akun TikTok pribadinya, @ekhaapxcd1h, sejak Sabtu (17/1/2026).

Dalam video tersebut, Eka tampak menangis sambil memohon pertolongan agar bisa segera dipulangkan ke Indonesia. Ia mengaku sudah tidak sanggup lagi bertahan bekerja karena perlakuan majikannya yang dinilai tidak manusiawi.

Saat dikonfirmasi, Eka membenarkan bahwa dirinya merupakan warga dari Desa Amosilu, Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe. Namun saat ini berdomisili di Kota Palu, Sulteng.

“Iya, saya dari Konawe, berdomisili di Palu,” singkat Eka saat dikonfirmasi, Senin (19/1/).

Ia menyebut telah bekerja sebagai TKW di Oman selama kurang lebih tiga bulan. Namun, baru dua bulan bekerja, kondisi kesehatannya menurun hingga jatuh sakit. Meski demikian, ia mengaku tetap dipaksa bekerja oleh majikannya.

“Saya kerja sudah tiga bulan, saya pun sakit dua bulan, dan majikan pun memaksa saya bekerja,” ujar Eka dalam video yang beredar luas di media sosial.

Selain dipaksa bekerja saat sakit, Eka juga mengaku kerap mengalami kekerasan dan pelecehan dari majikannya. Namun, ia mengaku tidak mengetahui harus melapor atau meminta bantuan kepada pihak mana selama berada di Oman. Kondisi tersebut membuatnya memilih menyampaikan keluhannya melalui media sosial dengan harapan ada pihak yang mau membantu.

Dalam curhatannya, Eka berharap pemerintah maupun pihak terkait dapat segera turun tangan untuk menyelamatkannya dan memfasilitasi kepulangannya ke tanah air, khususnya ke kampung halamannya di Kabupaten Konawe.

“Saya hanya berharap bisa pulang,” ucap Eka dengan suara bergetar sambil menahan tangis.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah maupun instansi terkait mengenai langkah yang akan diambil untuk menyikapi video viral tersebut. Sementara itu, curhatan Eka menuai perhatian luas dari warganet yang mendesak pemerintah segera bertindak untuk memberikan perlindungan dan memulangkan korban ke Indonesia.

Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *