Olahraga

Tendangan Anak Konawe Menuju Panggung Dunia: Rahmat Lagaligo Siap Guncang Korea dari Kampus STIE 66 Kendari

Atlet Taekwondo asal Konawe, Rahmat Lagaligo. Dok. Istimewa.

KONAWE, KISAHAN.ID – Dari tanah Anggaberi yang tenang di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, lahir seorang pemuda dengan mimpi besar yang tak pernah lekang oleh keterbatasan. Rahmat Lagaligo, lahir pada 14 Januari 2005, kini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan ketekunan bisa membawa anak desa menuju panggung internasional.

Di usia yang baru menginjak 20 tahun, Rahmat tak hanya sibuk kuliah di STIE 66 Kendari, tapi juga bersiap mengharumkan nama bangsa di ajang bergengsi Chuncheon Korea Open International Taekwondo Championships 2025. Turnamen ini bakal berlangsung 20 Juli mendatang di Songam Sports Town Air Dome, Korea Selatan, dan mempertemukan lebih dari 2.200 atlet dari 50 negara.

“Saya akan berusaha semaksimal mungkin. Ini bukan hanya tentang saya, tapi juga tentang Konawe, Sulawesi Tenggara, dan Indonesia,” ujar Rahmat, Rabu (16/7/2025).

Bagi Rahmat, olahraga bukan sekadar rutinitas fisik. Ia adalah jalan hidup, wadah menempa mental, dan jembatan menggapai mimpi. Sejak kecil, Rahmat telah menorehkan prestasi. Dari Kejurprov Sultra hingga mengibarkan Merah Putih di ajang All Pakistan Open International Taekwondo Championships 2023, Rahmat selalu konsisten mengukir sejarah.

Ketua Pengkab Taekwondo Indonesia Konawe, Suparjo, mengungkapkan rasa bangganya, “Rahmat adalah bukti bahwa anak Konawe mampu bersaing di dunia internasional. Ia mengajarkan kita bahwa mimpi tidak mengenal batas wilayah.”

Di balik keberhasilan Rahmat ada sinergi luar biasa. Pemerintah Kabupaten Konawe, komunitas Taekwondo Sultra, hingga kampus STIE 66 Kendari, semua bahu-membahu mendukung Rahmat. Ia tak pernah melangkah sendiri.

Momen kepergian Rahmat ke Korea bukan sekadar perjalanan olahraga, tapi simbol perjuangan generasi muda daerah untuk menembus batas dunia. Semangatnya kini menjadi inspirasi baru bagi pemuda-pemudi Konawe bahwa mimpi setinggi langit bisa diraih siapa saja, asal mau berjuang.

“Ini untuk orang tua saya, untuk Konawe, untuk Indonesia,” tutur Rahmat penuh haru.

Kini, seluruh masyarakat Konawe menanti detik-detik Rahmat tampil di panggung dunia. Doa dan harapan menyertai langkahnya, semoga Merah Putih kembali berkibar lewat tendangan dan jurus terbaik anak bangsa.

Penulis: Novrian Syah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *