KISAHAN.ID – Sejumlah warga Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan, mengecam aksi demonstrasi yang dilakukan oleh sekelompok massa yang mengatasnamakan masyarakat lokal di sekitar wilayah operasional perusahaan. Warga menilai aksi tersebut tidak mencerminkan aspirasi mayoritas masyarakat karena dilakukan tanpa komunikasi maupun koordinasi dengan warga setempat.
Masyarakat menegaskan bahwa stabilitas keamanan dan kondusivitas wilayah menjadi hal penting bagi keberlangsungan aktivitas ekonomi warga sehari-hari. Mereka berharap setiap bentuk penyampaian aspirasi dilakukan secara bijak, sesuai aturan, serta melibatkan masyarakat yang benar-benar tinggal dan hidup di wilayah tersebut.
Salah seorang warga Torobulu, Muh Idil, menyampaikan keberatannya atas penggunaan nama masyarakat lokal dalam aksi demonstrasi yang menurutnya tidak pernah dibicarakan bersama warga desa.
Ia menilai ada pihak-pihak tertentu yang mencoba membawa kepentingan kelompok dengan mencatut nama masyarakat Torobulu, padahal masyarakat setempat justru menginginkan suasana yang aman dan damai.
“Jangan gadaikan nama masyarakat Torobulu untuk kepentingan kelompok tertentu. Kami yang tinggal di sini tahu bagaimana kondisi sebenarnya. Kalau ada aspirasi, seharusnya disampaikan dengan cara yang baik dan melibatkan masyarakat lokal, bukan membawa orang luar lalu mengatasnamakan warga,” ujar Muh Idil, Sabtu (16/5/2026).
Menurut warga, selama ini hubungan masyarakat dengan aktivitas perusahaan berjalan cukup baik dan memberikan dampak terhadap roda perekonomian di sekitar desa. Karena itu, mereka berharap tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi dengan cara-cara yang justru memicu keresahan di tengah masyarakat.
Hal senada juga disampaikan warga lainnya, Eka. Ia menyayangkan aksi demonstrasi tersebut karena dianggap menimbulkan kesan seolah-olah seluruh masyarakat Desa Torobulu mendukung aksi itu.
Padahal, kata dia, banyak warga yang tidak mengetahui adanya rencana demonstrasi dan merasa tidak pernah dilibatkan dalam penyampaian aspirasi tersebut.
“Kami sebagai warga merasa keberatan karena seolah-olah seluruh masyarakat mendukung aksi itu, padahal kenyataannya tidak demikian,” katanya.
Eka menambahkan, masyarakat Desa Torobulu saat ini lebih menginginkan suasana yang aman, nyaman, dan kondusif agar aktivitas masyarakat maupun pekerja dapat berjalan normal tanpa gangguan.
“Kami ingin kampung kami tetap tenang. Jangan membawa kepentingan luar lalu mengorbankan nama masyarakat Torobulu. Kalau memang ingin memperjuangkan sesuatu, lakukan dengan cara yang sesuai aturan dan jangan merugikan masyarakat sekitar,” tutupnya.
Redaksi: Muammar Said Fadholi



















Komentar