Hukrim

Tragedi Berdarah Dibalik Megahnya Tenda Biru di Kolaka

Pelaku penikaman berinisial J (35) saat diamankan polisi di Polres Kolaka. Dok: Istimewa.

KOLAKA, KISAHAN.ID – Gara-gara tersulut emosi karena hal sepele, pesta pernikahan di Desa Donggala, Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), berubah menjadi tragedi berdarah. Seorang pria berinisial J (35) nekat menikam pemuda AA (21) hingga tewas, Jumat (31/10/2025) dini hari.

Pelaksana harian (Plh.) Kasi Humas Polres Kolaka Iptu Dwi Arif membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, peristiwa bermula saat pelaku yang berada di bawah pengaruh minuman keras menegur sejumlah warga yang sedang menari lulo di lokasi pesta. Namun korban menolak ditegur hingga keduanya terlibat cekcok.

“Cekcok berlanjut di luar lokasi pesta. Pelaku mencabut sebilah badik yang diselipkan di pinggangnya, lalu menusuk perut korban hingga usus korban keluar,” ujar Iptu Arif, Sabtu (1/11).

Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Tosiba sebelum dirujuk ke Rumah Sakit SMS Berjaya Kolaka. Namun akibat luka yang cukup parah, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Iptu Dwi Arif mengungkapkan, usai kejadian, polisi bergerak cepat dan berhasil menangkap pelaku di rumahnya. Polisi juga menyita sebilah badik yang digunakan dalam aksi penikaman tersebut. Diketahui, J merupakan residivis kasus penganiayaan yang pernah divonis pada 2012.

“Kami akan memproses kasus ini sesuai hukum yang berlaku. Semoga menjadi pelajaran agar setiap persoalan diselesaikan dengan baik, bukan dengan kekerasan,” ucapnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 338 KUHP subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Polisi mengimbau warga agar menahan diri dan tidak main hakim sendiri. Kepolisian berkomitmen menindak tegas setiap pelaku kekerasan yang meresahkan masyarakat.

“Kami meminta kerja sama semua pihak agar tidak menyelesaikan masalah dengan kekerasan serta menjaga situasi tetap kondusif. Setiap tindakan yang melanggar hukum akan kami tindak dengan tegas,” tegasnya.

Penulis: Husni Mubarak
Editor: Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *