KISAHAN.ID – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi dikukuhkan.
Momentum ini menjadi babak baru bagi jajaran pengurus dalam memperkuat struktur partai sekaligus menegaskan komitmen keberpihakan kepada masyarakat di Bumi Anoa.
Selain prosesi pengukuhan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan agenda strategis, yakni orientasi politik dan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil).
Agenda tersebut dirancang untuk menyamakan persepsi dan langkah seluruh kader dalam menghadapi dinamika politik ke depan.
Dalam sambutannya, Ketua DPW PKB Sultra, Jaelani, menekankan bahwa jabatan yang diemban pengurus bukan sekadar simbol struktural, melainkan tanggung jawab besar untuk mengawal kepentingan publik. Ia mewajibkan seluruh kader, terutama yang duduk di kursi legislatif, untuk terus mendorong kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil.

Jaelani saat memberikan arahan kepada pengurus DPW PKB Sultra. Dok: Istimewa.
“PKB harus hadir sebagai solusi. Saya instruksikan kepada seluruh kader di Sulawesi Tenggara untuk memastikan setiap kebijakan yang kita kawal di pemerintahan maupun parlemen benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” tegas Jaelani, Rabu (11/2/2026).
Maksimalkan Gerakan Politik Kehadiran salah satu poin krusial yang dipaparkan Jaelani adalah strategi Gerakan Politik Kehadiran. Ia meminta para kader tidak hanya muncul menjelang kontestasi politik, tetapi senantiasa hadir di tengah persoalan warga.
Menurutnya, eksistensi PKB di Sultra sangat bergantung pada sejauh mana kader mampu mendengar dan memperjuangkan aspirasi masyarakat di tingkat akar rumput.
Hal itu sejalan dengan visi PKB untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur secara material dan spiritual, serta membangun tatanan politik yang demokratis, terbuka, bersih, dan berakhlakul karimah.
“Semangat politik PKB harus terus hadir di tengah masyarakat untuk menciptakan perubahan yang lebih baik. Itulah politik kehadiran yang akan terus kita perjuangkan,” ujarnya.

Anggota DPR RI, Jaelani saat mengukuhkan pengurus DPW PKB Sultra. Dok: Istimewa.
Dalam orientasi politik tersebut, Jaelani juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas kader dalam memahami ideologi partai, nilai, karakter, dan loyalitas. Selain itu, peserta ditekankan untuk memahami arah politik PKB, khususnya dalam mendorong gerakan politik kehadiran.
Pada momentum tersebut, peserta juga dibekali pengetahuan tentang kepemimpinan politik PKB, tata kelola dan manajemen partai, serta penggalangan dana (fundraising).
Sementara itu, Muskerwil menghasilkan sejumlah rekomendasi kerja nyata untuk pembangunan daerah di berbagai sektor, termasuk mendorong kader menjadi mitra kritis pemerintah di berbagai tingkatan eksekutif. Target strategis lainnya adalah memperkuat soliditas pengurus di tingkat kabupaten/kota se-Sultra.
Dengan pengukuhan ini, DPW PKB Sultra menyatakan kesiapannya untuk tampil lebih agresif namun tetap humanis dalam peta politik lokal, demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara yang lebih merata.
Redaksi



















Komentar