KISAHAN.ID – Arena sabung ayam di Desa Woise, Kecamatan Lambai, Kabupaten Kolaka Utara, mendadak berubah menjadi ajang lari cepat saat personel Polres Kolaka Utara melakukan penggerebekan, Sabtu (30/5/2026). Begitu polisi tiba di lokasi, para penjudi dan penonton langsung kocar-kacir menyelamatkan diri. Saking paniknya, mereka diduga lupa membawa “aset berharga” yang ditinggalkan begitu saja di arena.
Akibatnya, bukan pelaku yang berhasil diamankan polisi, melainkan lima ekor ayam aduan jenis Filipina dan 11 unit sepeda motor yang setia menunggu pemiliknya kembali. Pemandangan usai penggerebekan pun terbilang unik. Arena sabung ayam mendadak sepi, sementara deretan motor dan ayam justru menjadi penghuni terakhir lokasi yang ditinggalkan para pemiliknya.
Kasi Humas Polres Kolaka Utara, Aipda Ahmad Syaiful, menjelaskan para pelaku diduga lebih dulu mengetahui kedatangan petugas sehingga langsung melarikan diri ke berbagai arah.
“Begitu personel tiba di lokasi, para pelaku langsung berpencar dan meninggalkan arena. Kondisi lokasi yang terbuka membuat mereka lebih mudah mengetahui kedatangan petugas,” ujarnya.
Meski para pemain berhasil kabur, polisi tetap membawa pulang “oleh-oleh” berupa lima ayam aduan dan 11 sepeda motor yang kini diamankan sebagai barang bukti. Polisi juga berencana menelusuri pemilik kendaraan yang ditinggalkan. Bisa jadi, motor-motor tersebut nantinya menjadi petunjuk untuk menemukan para penjudi yang saat itu berlari tanpa sempat menoleh ke belakang.
Operasi Pekat Anoa 2026 sendiri masih terus berlangsung dengan sasaran berbagai penyakit masyarakat, termasuk perjudian. Sementara itu, lima ayam aduan dan 11 motor kini menjadi saksi bisu betapa cepatnya para penjudi meninggalkan arena ketika mendengar kabar bahwa polisi sudah di depan mata.
Redaksi: Muammar Said Fadholi



Komentar