KISAHAN.ID – Janji sederhana seorang bocah perempuan berinisial N (8) di Kota Kendari berakhir menjadi kisah duka yang menyayat hati. N berpamitan kepada ibunya untuk mencari uang membeli beras, namun langkah kecil itu menjadi perjalanan terakhirnya setelah ia tewas tertabrak alat berat jenis loader.
Peristiwa tragis tersebut terjadi di Perempatan PLN Wuawua, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari, Kamis (29/1/2026) malam. Saat itu, N meninggalkan rumah dengan niat membantu sang ibu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tanpa pernah menyangka bahwa kepergiannya tak akan berujung kepulangan.
Ibu korban, Nurhana (46), masih mengingat jelas percakapan terakhir dengan putri kecilnya. N berpamitan sambil berjanji akan membawa pulang beras untuk keluarga.
“Dia pamit mau cari uang beli beras. Saya tidak menyangka itu jadi terakhir kalinya kami bicara,” kata Nurhana, Sabtu (7/2/2026).
Malam itu, Nurhana mengaku tidak memiliki firasat apa pun. Hujan turun dan hari telah gelap, membuatnya sempat melarang sang anak keluar rumah. Namun, N meyakinkan ibunya bahwa ia akan baik-baik saja.
“Saya sempat larang karena hujan dan sudah malam, tapi dia bilang ndak apaji,” tuturnya lirih.
Ada satu hal yang hingga kini terus terpatri di ingatan Nurhana. Saat melangkah pergi, N sempat berjalan mundur sambil menatap ibunya, seolah berat meninggalkan rumah.
Tak lama setelah Magrib, kabar buruk datang. Salah seorang anak Nurhana berlari masuk ke rumah, memberitahu bahwa N mengalami kecelakaan di luar. Dengan perasaan campur aduk, Nurhana bergegas menuju lokasi kejadian.
Namun harapannya pupus seketika. Putri kecilnya terbaring di atas aspal, tak lagi bergerak.
“Sudah tidak bisami ditolong. Saya angkat dari aspal, sudah tidak bergerak,” ucap Nurhana, menahan tangis.
Janji N untuk membawa pulang beras tak pernah terwujud. Yang tersisa hanyalah kenangan tentang kasih seorang anak yang begitu besar kepada ibunya, meski usianya masih sangat belia.
Redaksi



















Komentar