KISAHAN.ID – Satuan Brimob Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) mengakui adanya dugaan penganiayaan dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan Bripka Awaluddin terhadap istrinya, Tri Wulandari, saat proses mediasi perceraian berlangsung di ruang mediasi Brimob Polda Sultra.
Kasubbag Renmin Brimob Polda Sultra, Kompol Slamet Widodo, mengatakan insiden tersebut terjadi secara spontan dan di luar dugaan petugas yang berada di lokasi.
“Spontan, di luar kendali kami,” kata Slamet, Kamis (14/5/2026).
Menurut dia, Bripka Awaluddin dan Tri Wulandari merupakan pasangan suami istri yang sedang menjalani proses perceraian. Sebagai anggota kepolisian, proses perceraian harus melalui sejumlah tahapan sesuai aturan yang berlaku, termasuk mediasi.
“Ada tahapan-tahapannya, makanya kami hadirkan keduanya dan dipertemukan lebih dulu di ruang mediasi. Ada beberapa petugas di dalam ruangan yang menyaksikan, tetapi keduanya justru terlibat cekcok,” ujarnya.
Slamet menjelaskan, pihaknya tidak menduga Bripka Awaluddin akan melakukan tindakan kekerasan terhadap istrinya, terlebih mediasi berlangsung di hadapan sejumlah personel pengamanan.
“Dia membawa tas, lalu tiba-tiba berdiri karena jaraknya tidak terlalu jauh, kemudian terjadilah peristiwa itu. Setelah itu, kami langsung mengamankan yang bersangkutan,” ungkapnya.
Terkait langkah hukum yang akan ditempuh Tri Wulandari, Slamet menyebut pihaknya mempersilakan korban melapor ke Bidang Propam Polda Sultra apabila merasa keberatan atas kejadian tersebut.
“Kami fokus pada proses perceraian. Kalau yang bersangkutan ingin melapor, itu hak beliau dan nantinya ditangani Propam,” katanya.
Sebelumnya, Bripka Awaluddin diduga melakukan KDRT terhadap istrinya saat keduanya menjalani mediasi perceraian pada Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 11.00 Wita di ruangan Kasubbag Renmin Brimob Polda Sultra.
Mediasi yang semula dimaksudkan sebagai upaya penyelesaian persoalan rumah tangga itu berubah ricuh setelah terduga pelaku diduga melakukan penganiayaan di hadapan sejumlah anggota polisi. Akibat kejadian tersebut, korban mengaku mengalami sakit dan pusing.
Redaksi: Muammar Said Fadholi



















Komentar