KISAHAN.ID – Kondisi seorang siswi sekolah dasar negeri (SDN) berinisial AKS (12) yang menjadi korban pencabulan oknum TNI, bernama Sertu Majid Bone, hingga kini kian memperihatinkan. Tak hanya trauma berat, korban seringkali menangis histeris bahkan pernah melakukan percobaan bunuh diri menggunakan senjata tajam jenis pisau.
Tante korban, VN, menyebut korban sering kali menunjukkan emosi tidak stabil, marah-marah, menangis histeri, melukai dirinya, bahkan nyaris menghabisi nyawanya sendiri. Namun upaya korban selalu berhasil dicegah oleh pihak keluarga.
“Masih trauma berat. Pernah mau ambil pisau, bunuh diri tapi ditahan sama mamanya. Dia berteriak saja dan tarik-tarik rambutnya,” ungkap VN, Kamis (14/5/2026).
Meski sudah sebulan terjadi, Komandan Kodim 1417/Kendari, Danny Arianto Pardamean Girsang, mengatakan proses pencarian terhadap anggotanya itu masih berlangsung.
“Masih berproses Mas. Mohon doanya,” ujarnya singkat, Kamis (14/5).
Diketahui, dugaan pencabulan terhadap AKS ini dilakukan Sertu Majid Bone, oknum TNI di Kodim 1417/Kendari. Peristiwa itu terjadi di garasi rumah pelaku di Kecamatan Ranomeeto, Konsel.
Pihak keluarga telah melapor di Kodim 1417/Kendari pada 14 April 2026. Sehari setelahnya, Sertu Majid Bone melarikan diri dari lokasi pemeriksaan internal setelah meminta izin makan malam bersama istrinya. Hingga kini, yang bersangkutan belum ditemukan dan masih dalam pencarian.
Redaksi: Muammar Said Fadholi



















Komentar