KISAHAN.ID – Kecelakaan kerja yang menewaskan satu orang terjadi di sebuah bengkel milik warga di kawasan permukiman BTN, Desa Huko-Huko, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (2/2/2026) sekitar pukul 11.50 Wita.
Peristiwa tersebut terjadi di bengkel warga yang berada di lingkungan permukiman dan dipastikan bukan berada di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP). Korban diketahui berinisial AU. Ia meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP) setelah tertimpa kepala mobil dump truk saat berada di sekitar lokasi perbaikan kendaraan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat kejadian dua orang mekanik berinisial SD dan MR sedang melakukan perbaikan pada bagian hidrolik kabin dump truk 10 roda merek Mercedes Benz Axor warna putih. Dalam kondisi kabin dump truk terangkat, sistem hidrolik kabin dibuka untuk keperluan perbaikan.
Korban AU yang memiliki hubungan pertemanan dengan SD dan MR diketahui melintas menggunakan sepeda motor dan singgah di bengkel tersebut. Ketiganya sempat berbincang di sekitar kendaraan, sementara proses perbaikan hidrolik kabin tetap dilanjutkan oleh kedua mekanik.
Namun nahas, saat kabin dump truk masih dalam posisi terangkat, kepala mobil tiba-tiba terlepas dari dudukannya dan jatuh. Kepala mobil tersebut menimpa korban AU hingga terjepit dan menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian.
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Unit Inafis Polres Kolaka bersama personel Polsek Pomalaa langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Kasi Humas Polres Kolaka, Iptu Dwi Arif, membenarkan adanya peristiwa kecelakaan kerja yang mengakibatkan korban meninggal dunia tersebut.
“Benar telah terjadi kecelakaan kerja di sebuah bengkel warga di Desa Huko-Huko, Kecamatan Pomalaa. Korban meninggal dunia di tempat akibat tertimpa kepala mobil dump truk saat dilakukan perbaikan hidrolik kabin,” ujar Iptu Dwi Arif saat dikonfirmasi, Rabu (3/2).
Ia juga menegaskan bahwa lokasi kejadian bukan berada di area pertambangan. “Kejadian ini tidak terjadi di wilayah IUP, melainkan di bengkel milik warga yang berada di lingkungan permukiman,” jelasnya.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut. Polisi juga mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan standar keselamatan kerja, terutama saat melakukan perbaikan kendaraan berat, guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa.
Redaksi



















Komentar