Hukrim

Kapolresta Kendari Pimpin Personel Selidiki Keracunan 58 Santri: Sampel MBG dan SPPG Diperiksa

Kapolresta Kendari Kombes Pol Safi'i Nafsikin memimpin langsung olah TKP kasus dugaan keracunan MBG. Dok: Istimewa.

KISAHAN.ID – Kapolresta Kendari Kombes Pol Safi’i Nafsikin memimpin langsung olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang dialami 58 santri Pondok Pesantren Al Askar 03, Kelurahan Watubangga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Jumat (18/9/2026).

Kejadian bermula saat menu MBG yang disuplai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Watubangga selesai dimasak sekitar pukul 10.00 Wita. Sebanyak 841 porsi makanan kemudian tiba di Pondok Pesantren Al Askar 03 sekitar pukul 13.10 Wita.

Namun, pada label makanan tercantum batas maksimal konsumsi hingga pukul 13.30 Wita. Para santri kemudian mulai menyantap menu tersebut sekitar pukul 13.30 Wita.

Tak lama setelah mengonsumsi makanan, sejumlah santri putri yang kembali ke pondok putri mulai mengalami gejala berupa mual dan pusing. Kondisi serupa kemudian dialami santri lainnya.

Sekitar pukul 14.30 Wita, para santri putri dan putra mulai dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga malam hari, tercatat 58 santri telah mendapatkan perawatan.

Berdasarkan keterangan Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Kota Kendari, Fadilah Rizka, makanan tersebut berasal dari SPPG Watubangga di Jalan Kapten Pierre Tendean, Kelurahan Watubangga, yang dikelola Kepala SPPG Sabdi Rasyid.

Peristiwa tersebut kemudian ditindaklanjuti aparat kepolisian. Kapolresta Kendari Kombes Pol Safi’i Nafsikin bersama Wakapolresta turun langsung mengecek kondisi para korban yang menjalani perawatan sekaligus mendatangi lokasi SPPG penyuplai makanan.

Kasat Reskrim Polresta Kendari Kompol Welliwanto Malau mengatakan polisi juga telah melakukan olah TKP dan mengambil sampel makanan untuk diperiksa di Laboratorium Forensik (Labfor).

“Kami sudah melaksanakan olah TKP dan mengambil sampel makanan untuk dibawa ke Labfor. Selain mengambil sampel makanan, apakah ada pemeriksaan terhadap pihak sekolah dan SPPG Watubangga,” ucap Welliwanto.

Menurutnya, pengecekan tidak hanya dilakukan terhadap makanan, tetapi juga pihak-pihak yang berkaitan dengan penyediaan dan pembagian MBG tersebut.

“Tadi Bapak Kapolresta didampingi Bapak Wakapolresta melakukan kunjungan dan mengecek semua korban anak yang keracunan serta ke lokasi SPPG penyuplai makanan,” tambahnya.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab 58 santri mengalami gejala keracunan. Sampel makanan yang telah diamankan selanjutnya diperiksa di laboratorium.

Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *