Headline

Dilepas Wali Kota Kendari, Kisruh Jemaah Terlantar di Madinah Tuntas Usai Kolaborasi Sejumlah Pihak

Sejumlah jemaah yang terlantar di Madina saat diberangkatkan Wali Kota Kendari. Dok: Istimewa.

KISAHAN.ID – Respons cepat sejumlah pihak dalam menangani kisruh puluhan jemaah umrah asal Kota Kendari yang sempat terlantar di Madinah, Arab Saudi, patut diapresiasi. Di tengah kepanikan dan ketidakpastian yang mereka alami, kehadiran pemerintah kota, perbankan daerah, hingga para wakil rakyat menjadi angin segar yang memulihkan harapan.

Salah satu jemaah, Feri Fadli, memastikan bahwa persoalan yang mereka hadapi kini telah tuntas. Bahkan pada Selasa (17/2/2026), rombongan jemaah diberangkatkan dari Madinah menuju Mekkah dan dilepas langsung oleh Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran.

“Hari ini kami akan berangkat ke Mekkah, dan kami dilepas oleh Ibu Wali Kota, Bu Siska,” ungkap Feri penuh haru.

Tak hanya itu, Feri mewakili rekan-rekannya juga menyampaikan terima kasih kepada Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, anggota DPRD Kota Kendari Hetty Saranani, anggota DPR RI Wa Ode Rabiah Al Adawia, serta tim dari Travel Vacana Kendari yang turut membantu penyelesaian persoalan tersebut.

“Kami juga mendapat dukungan dari pihak-pihak tersebut. Untuk itu kami yang sempat terlantar mengucapkan banyak terima kasih atas bantuannya,” katanya.

Peran pihak-pihak itu dinilai krusial dalam memastikan kebutuhan mendesak jemaah, semua dapat segera teratasi. Koordinasi cepat dan dukungan konkret menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan wakil rakyat mampu menghadirkan solusi di saat genting.

Langkah yang diambil bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap warga yang tengah menjalankan ibadah di Tanah Suci. Keberpihakan itu terasa langsung oleh para jemaah, yang sebelumnya dihantui kecemasan akibat ketidakjelasan keberangkatan lanjutan mereka.

Kini, suasana haru berubah menjadi syukur. Para jemaah dapat melanjutkan perjalanan ibadah menuju Mekkah dengan lebih tenang. Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bahwa ketika empati dan tanggung jawab berjalan beriringan, persoalan yang tampak rumit dapat diselesaikan dengan cepat.

Solidaritas lintas sektor yang ditunjukkan dalam kasus ini diharapkan menjadi contoh ke depan, bahwa dalam situasi darurat, yang paling dibutuhkan masyarakat adalah kehadiran nyata, aksi cepat, dan kepedulian yang tulus.

Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *