KISAHAN.ID – Harapan warga mendapatkan hunian layak di Perumahan A.S Tamrin Residence, Jalan KS Tubun, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), justru berubah menjadi keluhan panjang. Baru sekitar dua tahun ditempati, sejumlah rumah disebut mulai mengalami kerusakan serius.
Warga mengeluhkan jalan perumahan yang rusak, tembok rumah retak, rembesan air dari dinding, atap rumah yang mudah terbuka saat diterpa angin, hingga drainase yang buruk dan memicu banjir setiap hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Salah seorang warga, Riska Amelia (25), mengaku kecewa dengan kondisi bangunan yang dinilai jauh dari harapan. Ia menyebut kerusakan muncul hampir di berbagai bagian rumah meski usia bangunan masih tergolong baru.
“Baru dua tahun tinggal, tapi kondisinya sudah memprihatinkan. Tembok retak, kuseng pintu dan jendela mulai lapuk. Kalau hujan deras, air merembes masuk dari dinding,” kata Riska, Kamis (7/5/2026).
Tak hanya soal kualitas bangunan, warga juga dihantui rasa takut terhadap tanah timbunan di belakang perumahan yang dinilai rawan longsor. Kondisi itu membuat penghuni merasa tidak tenang setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi.
“Kalau hujan deras kami was-was. Tanah timbunan di belakang itu mengkhawatirkan. Jangan sampai longsor dan membahayakan rumah warga,” ujarnya.
Persoalan lain yang tak kalah meresahkan ialah banjir yang terus berulang akibat drainase yang disebut tidak berfungsi maksimal. Warga menilai saluran air sering tersumbat sehingga air meluap ke jalan hingga halaman rumah.
“Setiap hujan deras pasti ada genangan. Drainase sering mampet dan air meluap,” tambahnya.
Menurut warga, berbagai keluhan tersebut bukan baru sekali disampaikan. Mereka mengaku sudah berulang kali melakukan koordinasi dengan pihak pengelola perumahan, termasuk melalui pihak BTN A.S Tamrin Residence bernama Lia. Namun hingga kini, warga menilai belum ada tindakan nyata maupun kepastian penyelesaian.
“Kami sudah sering koordinasi, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Keluhan hanya didengar tanpa solusi pasti,” tegas Riska.
Kondisi ini memicu kekecewaan warga yang merasa seperti dibiarkan menghadapi persoalan sendiri. Mereka mendesak pihak pengembang segera turun tangan melakukan perbaikan sebelum kerusakan semakin parah dan membahayakan keselamatan penghuni.
Sementara itu, pihak Manajemen BTN A.S Tamrin Residence, Lia, saat dikonfirmasi terkait keluhan warga hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan resmi.
Redaksi: Muammar Said Fadholi














Komentar