Hukrim

Tangis Keluarga Pecah, Jenazah Guru di Kolut Diautopsi untuk Ungkap Penyebab Kematian

Proses autopsi guru tewas di Kolut. Dok: Istimewa.

KISAHAN.ID – Duka mendalam masih menyelimuti Kecamatan Ngapa, Kabupaten Kolaka Utara, setelah seorang guru berinisial H meninggal dunia pada Minggu (7/6/2026). Kepergian sosok pendidik yang dikenal oleh keluarga, sahabat, dan murid-muridnya itu meninggalkan luka yang mendalam bagi banyak pihak.

Di tengah suasana berkabung, berbagai pertanyaan muncul terkait penyebab kematian almarhumah. Berdasarkan informasi yang beredar, H sempat dikabarkan meninggal dunia akibat bunuh diri dengan cara meminum racun. Namun, sejumlah warga dan kerabat menilai terdapat kejanggalan pada kondisi jenazah yang mereka lihat.

Salah satu unggahan yang ramai diperbincangkan di media sosial menyebut adanya luka lebam di beberapa bagian tubuh korban. Unggahan tersebut memicu beragam tanggapan dari masyarakat yang berharap penyebab pasti kematian guru tersebut dapat terungkap secara jelas.

Merespons perhatian publik yang terus berkembang, Polres Kolaka Utara akhirnya melakukan ekshumasi dan autopsi terhadap jenazah almarhumah pada Senin (15/6) pagi. Proses autopsi berlangsung dengan pengamanan ketat dan turut disaksikan oleh kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta kuasa hukum keluarga korban.

Kasat Reskrim Polres Kolaka Utara, Iptu Maharani melalui Kasi Humas Polres Kolaka Utara, Aiptu A. Saiful membenarkan pelaksanaan autopsi tersebut.

“Iya, benar,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi.

Aiptu Saiful menjelaskan bahwa ekshumasi dan autopsi dilakukan sebagai bagian dari proses penyelidikan dan penyidikan atas dugaan tindak pidana yang terjadi di wilayah hukum Polres Kolaka Utara.

“Satreskrim melakukan autopsi bertujuan memastikan apakah kematian diakibatkan oleh sebab wajar atau tidak wajar serta menjadi bukti otentik bagi penyidik dalam menentukan jenis tindak pidana,” jelasnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum hasil penyelidikan dan autopsi diumumkan secara resmi. Warga diminta bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Percayakan proses penanganan kepada pihak berwenang dan mari bersama menjaga situasi aman, tertib, dan kondusif,” pungkasnya.

Kini, keluarga hanya berharap proses hukum berjalan secara transparan dan profesional. Di tengah kesedihan yang masih menyelimuti, mereka menantikan jawaban atas berbagai pertanyaan yang muncul sejak kepergian almarhumah.

Bagi keluarga, sahabat, dan murid-muridnya, H akan selalu dikenang sebagai seorang guru yang telah mengabdikan hidupnya untuk dunia pendidikan hingga akhir hayatnya.

Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *