Ekonomi Advetorial

RUPS Bank Sultra 2025 Bahas Kinerja dan Arah Pengembangan Bank Daerah

Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, menyampaikan paparan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 yang digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara. Rapat tersebut membahas kinerja keuangan bank daerah serta arah strategi pengembangan perusahaan ke depan.

KISAHAN.ID – Bank Sultra kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis pembangunan daerah dengan meningkatkan rasio pembagian dividen kepada para pemegang saham.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025, bank daerah milik pemerintah kabupaten, kota, dan provinsi di Sulawesi Tenggara itu memutuskan membagikan dividen sebesar 75 persen dari total laba bersih tahun berjalan.

Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 70 persen. Dengan laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp419,6 miliar, kontribusi dana yang akan disetorkan ke kas daerah pemerintah provinsi serta kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara pun semakin besar.

Gubernur Sulawesi Tenggara sekaligus Pemegang Saham Pengendali (PSP), Andi Sumangerukka, mengapresiasi keputusan tersebut. Menurutnya, peningkatan dividen merupakan langkah strategis untuk memperkuat pembangunan daerah.

“Peningkatan dividen menjadi 75 persen ini adalah bukti nyata bahwa Bank Sultra bekerja untuk rakyat. Setiap laba yang dihasilkan harus kembali ke daerah untuk membiayai program prioritas pembangunan,” ujar Andi Sumangerukka.

Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, mengatakan kebijakan peningkatan dividen bertujuan memberikan nilai tambah langsung bagi pemerintah daerah sebagai pemegang saham.

Menurutnya, dividen yang dibagikan Bank Sultra merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota di Sulawesi Tenggara.

“Dengan rasio dividen 75 persen, kami berharap dapat memperkuat struktur APBD masing-masing daerah untuk membiayai berbagai program strategis masyarakat,” kata Andri.

Ia menambahkan, kemampuan Bank Sultra membagikan dividen yang tinggi didukung oleh pengelolaan kinerja yang sehat. Beberapa indikator yang menopang kinerja tersebut antara lain efisiensi operasional dengan penurunan beban operasional sebesar 3,54 persen serta kualitas kredit yang tetap terjaga.

Rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) Bank Sultra tercatat berada di level 0,89 persen, jauh di bawah ambang batas yang ditetapkan regulator.

Selain itu, pertumbuhan kredit produktif yang difokuskan pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pembiayaan investasi turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja perusahaan.

Di sisi lain, Bank Sultra juga terus menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang menyasar sektor pendidikan, kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah Sulawesi Tenggara.

Manajemen Bank Sultra berharap sinergi antara pembagian dividen yang optimal dan program CSR yang berkelanjutan dapat semakin memperkuat kontribusi bank daerah tersebut terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Bumi Anoa.

Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *