Ekonomi Pemerintah

Banjir Lumpuhkan Persawahan di Koltim, Harapan Petani Hanyut Bersama Arus

Banjir yang merendam sawah petani di Koltim. Dok: Istimewa.

KISAHAN.ID – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kolaka Timur sejak Kamis malam hingga Jumat (8/5/2026) meninggalkan luka mendalam bagi ratusan petani. Lebih dari 200 hektare areal persawahan dilaporkan terdampak banjir setelah air meluap dan merendam lahan pertanian di sejumlah kecamatan.

Hamparan sawah yang biasanya menghijau kini berubah menjadi genangan berlumpur. Tanaman padi dengan usia tanam berbeda-beda, mulai yang baru berumur tiga bulan hingga yang telah memasuki masa panen, ikut terendam air.

Sebagian batang padi roboh diterjang arus, sementara para petani hanya bisa memandang cemas hasil kerja keras mereka selama berbulan-bulan terancam hilang dalam semalam.

Bagi sebagian petani, sawah bukan sekadar lahan pertanian, tetapi sumber penghidupan utama keluarga. Harapan untuk menikmati hasil panen kini berubah menjadi kekhawatiran akan kerugian besar dan ancaman gagal panen.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Koltim, Ridwan, mengatakan data kerusakan yang diterima saat ini masih bersifat sementara dan kemungkinan akan terus bertambah seiring proses pendataan di lapangan.

“Data sementara yang masuk sesuai hasil pantauan di lokasi dampak banjir ada lebih dari 200 hektare. Usia tanam padi bervariasi, ada yang baru berumur tiga bulan hingga memasuki masa panen,” ujarnya.

Meski belum merinci total kerugian, para petani diperkirakan mengalami kerusakan cukup besar. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kerugian untuk tanaman padi berusia satu hingga tiga bulan diperkirakan mencapai lebih dari Rp7 juta per hektare.

Kerugian diperkirakan jauh lebih besar bagi petani yang padinya sudah siap dipanen namun roboh akibat banjir. Di tengah genangan air dan cuaca yang belum menentu, para petani kini hanya berharap air segera surut agar sebagian tanaman masih bisa diselamatkan.

Redaksi: Muammar Said Fadholi

Facebook Comments Box

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *