KISAHAN.ID – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2029 resmi dikukuhkan di Ballroom Hotel Claro Kendari, Sabtu (5/9/2026).
Pengukuhan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPP KNPI Putri Khairunnisa. Dalam momentum tersebut, Wahyudin, S.Si., resmi mengemban amanah sebagai Ketua DPD KNPI Sultra periode 2026–2029.
Perjalanan menuju kepemimpinan tersebut berlangsung cukup panjang. Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Sultra telah dibuka sejak 14 Maret 2026. Pria kelahiran Kabupaten Muna Barat, 9 Maret 1996 itu, kemudian terpilih dengan dukungan organisasi Cipayung serta sekitar 70 organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) di Sultra.
“Alhamdulillah, hari ini kami resmi dikukuhkan. Ini merupakan amanah besar yang harus saya jalankan sebaik-baiknya. KNPI Sultra ke depan harus menjadi rumah bagi seluruh pemuda sekaligus laboratorium ide dan gagasan yang mampu berkolaborasi dengan berbagai elemen untuk kemajuan daerah,” kata James, sapaan akrab Wahyudin.
Kepengurusan DPD KNPI Sultra periode 2026–2029 berjumlah 285 orang. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari aktivis, akademisi, hingga wirausaha muda. Komposisi tersebut diharapkan menjadi kekuatan dalam membangun organisasi yang inklusif, produktif, dan mampu merangkul seluruh kelompok kepemudaan.
Wahyudin membawa konsep KNPI KOMANDO, yang merupakan akronim dari Kolaboratif, Mandiri, dan Organized. Konsep tersebut tidak hanya menjadi slogan, tetapi akan diterapkan dalam menjalankan roda organisasi selama tiga tahun ke depan.
Ia juga menekankan pentingnya meritokrasi dalam kepengurusan. Para kader yang bergabung diharapkan mampu bekerja sesuai kompetensi, memiliki integritas, serta menghasilkan ide dan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat dan daerah.
Pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Sultra dan Kota Kendari, jajaran DPP KNPI, perwakilan OKP, serta sejumlah tamu undangan.
Ke depan, KNPI Sultra menargetkan diri menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan. Setelah program kerja dirampungkan, pengurus akan melakukan audiensi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait untuk membahas potensi kolaborasi.
Selain itu, Wahyudin berkomitmen menjadikan KNPI sebagai ruang kaderisasi bagi generasi muda untuk mempersiapkan calon-calon pemimpin masa depan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Ia juga mengingatkan seluruh pengurus agar menjaga kekompakan dan bekerja dalam satu komando. Prinsip yang ditekankan adalah tidak menjadikan organisasi sebagai tempat mencari keuntungan pribadi, melainkan ruang untuk memberikan kontribusi dan pengabdian bagi kemajuan pemuda dan Sulawesi Tenggara.
Penulis: Herlis Ode Mainuru



















Komentar