Hukrim

Keracunan Massal MBG Presiden, Sejumlah Siswa SDN 3 Watubangga Kolaka Dilarikan ke Puskesmas 

Korban keracunan massal didampingi orangtua di Puskesmas Watubangga Kolaka. Dok: Istimewa.

KISAHAN.ID – Sejumlah siswa salah satu SDN di Kelurahan Watubangga, Kecamatan Watubangga, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), diduga mengalami keracunan massal usai menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan Program Presiden RI, Sabtu (9/5/2026) pagi.

Para siswa yang mengalami gejala keracunan langsung dilarikan ke Puskesmas Watubangga untuk mendapatkan penanganan medis. Peristiwa tersebut menghebohkan warga setempat, terutama para orang tua siswa yang berbondong-bondong mendatangi puskesmas setelah mengetahui anak mereka mengalami kondisi serupa. Sejumlah siswa tampak lemas dan harus mendapat penanganan dari tenaga kesehatan.

Kanit Reskrim Polsek Watubangga, Aipda Bonan, membenarkan adanya kejadian tersebut saat dikonfirmasi. Menurutnya, para siswa yang diduga mengalami keracunan saat ini masih menjalani perawatan di Puskesmas Watubangga dan sebagian kondisinya mulai membaik.

Iya, anak SDN 3 Watubangga,” kata Bonan singkat.

Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan jumlah pasti siswa yang menjadi korban dalam insiden tersebut. Polisi masih melakukan pendataan bersama pihak sekolah dan tenaga medis terkait penyebab dugaan keracunan massal itu.

Informasi yang dihimpun, para siswa diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari program MBG yang dibagikan di sekolah pada pagi hari. Namun, dugaan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat banyak siswa SD menjalani perawatan di ruang Puskesmas Watubangga. Mereka didampingi orang tua masing-masing yang tampak panik dan khawatir dengan kondisi anak-anak mereka. Beberapa siswa terlihat terbaring lemah di tempat tidur pasien, sementara tenaga kesehatan sibuk melakukan pemeriksaan.

Hingga kini, belum diketahui secara pasti sumber penyebab para siswa mengalami keracunan. Aparat kepolisian bersama pihak terkait masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kejadian sekaligus mencegah adanya korban tambahan.

Redaksi: Muammar Said Fadholi

Facebook Comments Box

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *