Entertainment

Kisah Steven Stenly: Anak Kendari dan Jalan Sunyi Menuju Panggung Dunia

Konten kreator sekaligus tiktokers asal Kendari, Steven Stenly. Dok: Istimewa.

KISAHAN.ID — Langkah kecil dari Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengantarkan Steven Stenly menjejak panggung dunia. Konten kreator sekaligus tiktokers asal Kendari ini sukses mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional setelah terpilih sebagai top konten kreator sekaligus pembicara pada ajang FastMoss Global Conference & Expo 2026 di Shenzhen, Cina, Kamis (15/1/2026).

Di forum bergengsi yang dihadiri kreator dan pelaku industri digital dari berbagai negara Asia itu, Steven dipercaya mewakili Indonesia bersama sejumlah nama besar, seperti Fujianti Utami Putri (Fuji), Ria Ricis, dan Rivel Sumigar. Mereka berbagi pengalaman, strategi, serta inovasi dalam membangun konten digital yang mampu bersaing di pasar global.

“Ada beberapa kreator yang diundang. Ada empat orang, saya, Fuji, Ria Ricis, sama Rivel Sumigar untuk mewakili Indonesia di kegiatan tersebut,” ujar Steven, Selasa (20/1/2026).

Keikutsertaan Steven sebagai pembicara bukanlah tanpa alasan. Pria kelahiran Kendari, 29 Juni 1994 itu, dinilai memiliki pengaruh kuat dalam pengembangan konten berbasis penjualan digital. Ia berhasil mencatatkan diri sebagai salah satu kreator dengan penjualan produk terbaik di Indonesia melalui platform TikTok, khususnya pada kategori lifestyle, home living, dan produk keseharian lainnya.

“Aku masuk top kreator di Cina, salah satu penjualan terbaik yang ada di Indonesia,” ungkapnya dengan nada penuh syukur.

Namun, di balik sorotan lampu panggung internasional, tersimpan kisah perjuangan yang tak mudah. Steven mengaku tidak pernah membayangkan bisa berdiri sejajar dengan para kreator papan atas Asia. Bahkan, setahun sebelumnya, tepatnya pada 2025, ia sempat mengalami titik terendah dalam hidupnya.

Steven menjadi korban penipuan yang membuatnya menelan kerugian besar. Peristiwa itu sempat mengguncang mental dan kepercayaannya. Namun alih-alih terpuruk, ia memilih bangkit dan menjadikan pengalaman pahit tersebut sebagai bahan bakar untuk terus berkembang.

“Perjalanannya tidak mudah. Tapi dari situ saya belajar untuk lebih kuat dan lebih hati-hati, sekaligus lebih fokus membangun diri,” tuturnya.

Baginya, keberhasilan yang diraih hari ini adalah hasil dari konsistensi, keberanian mencoba, dan kemauan untuk terus belajar di tengah derasnya perubahan dunia digital. Steven pun berharap kisahnya dapat menjadi inspirasi, khususnya bagi anak-anak muda di daerah.

Ia menegaskan bahwa keterbatasan wilayah bukanlah penghalang untuk bermimpi besar. Di era digital, setiap orang memiliki peluang yang sama untuk berkembang dan dikenal dunia.

“Di mana pun dan kapan pun kalian bisa berkarier, semua punya kesempatan yang sama. Yang penting mau berusaha, konsisten, karena semua bisa jadi apa pun,” pungkasnya.

Kisah Steven Stenly menjadi bukti bahwa dari Kendari, mimpi besar bisa terbang hingga Shenzhen. Dengan ketekunan dan semangat pantang menyerah, luka masa lalu pun bisa menjelma menjadi jalan menuju panggung dunia.

Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *