KENDARI, KISAHAN.ID – Sistem peringatan dini tsunami di Kabupaten Wakatobi terancam lumpuh setelah tiga unit panel surya yang menjadi sumber energi sensor InaTEWS hilang dicuri orang. Insiden di Selter InaTEWS dekat kantor BKKBN Wangi-Wangi itu terungkap pada Kamis (20/11/2025) dan langsung memengaruhi jalur pemantauan gempa di wilayah tersebut.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kendari menyebut panel-panel tersebut merupakan komponen utama yang memastikan alat pendeteksi tsunami dapat bekerja penuh selama 24 jam. Hilangnya perangkat ini membuat sistem tidak lagi bisa mengirim data secara normal.
Akibat pencurian itu, alur data kegempaan dari Wakatobi terputus dan tidak dapat diterima pusat secara real time. Kondisi ini membuat kemampuan BMKG dalam memantau aktivitas gempa di Wakatobi menjadi terganggu.
Kepala Stasiun Geofisika Kendari, Rudin, mengatakan pencurian tersebut bukan sekadar perusakan fasilitas teknis, tetapi langsung berdampak pada keselamatan warga di daerah rawan tsunami tersebut.
“Wakatobi hanya punya satu sensor gempabumi. Jika perangkatnya lumpuh, maka potensi keterlambatan informasi bisa terjadi,” ujar Rudin.
Ia menambahkan bahwa keterlambatan data bisa memengaruhi sistem alarm dini. Dalam kondisi ancaman tsunami, hitungan detik sangat menentukan untuk mengurangi risiko dan menyelamatkan warga.
BMKG menjelaskan proses pengadaan panel pengganti tidak bisa dilakukan cepat karena harus melalui prosedur administrasi dan teknis. Instalasi ulang diperkirakan memakan waktu panjang, sehingga sistem pemantauan belum dapat berfungsi optimal.
Rudin menyayangkan aksi pencurian panel surya tersebut. Ia menegaskan bahwa perangkat InaTEWS merupakan infrastruktur vital yang harus dilindungi bersama oleh masyarakat dan pemerintah daerah, bukan hanya BMKG.
Penulis: Husni Mubarak
Editor: Redaksi



Komentar