MUNA, KISAHAN.ID – Proyek pembangunan Stadion Kota Baru Motewe di Kecamatan Lasalepa, Kabupaten Muna kembali menjadi sorotan tajam. Meski telah menelan anggaran sekitar Rp 34 miliar, proyek ini tetap mangkrak dan kondisinya kian menunjukkan wajah kegagalan perencanaan pemerintah daerah.
Rumput liar menutup lapangan, tribun kusam dibiarkan berdebu, dan material bangunan berserakan tanpa pengawasan. Alih-alih menjadi pusat pembinaan atlet, stadion itu kini berubah menjadi monumen pemborosan anggaran.
Udin Rotas (33), warga Muna, menyebut pemerintah telah membiarkan uang rakyat “menghilang” tanpa hasil. Ia menilai tidak ada alasan pembenaran bagi sebuah proyek sebesar ini dibiarkan membusuk di tengah jalan.
“Uangnya sudah sangat besar, tapi hasilnya tidak ada. Kalau memang tidak bisa diselesaikan, lebih baik dibongkar saja daripada terus dibiarkan rusak seperti ini,” tegas Udin saat ditemui Kisahan.id, Kamis (20/11/2025).
Ia menambahkan, masyarakat sudah terlalu lama menunggu fasilitas olahraga layak, namun yang muncul justru bangunan semi-runtuh yang tidak memberi manfaat apa pun.
Bone (39), warga lainnya, menilai pemerintah seakan tidak belajar dari insiden serius tahun lalu ketika salah satu bagian tribun ambruk saat digunakan dalam festival kaghati. Menurutnya, itu sudah menjadi peringatan keras bahwa stadion tersebut menyimpan banyak potensi bahaya jika terus dibiarkan terbengkalai.
“Kalau tribun saja bisa runtuh saat belum selesai, bagaimana kalau masyarakat lewat dan tiba-tiba ada bagian bangunan yang jatuh lagi?” ujarnya.
Ia menyebut stadion tersebut tidak sekadar mangkrak, tetapi sudah menjadi simbol gagalnya pengawasan dan perencanaan proyek publik. Karena itu, ia mendorong pemerintah mengambil langkah tegas: selesaikan atau bongkar.
“Kalau tidak jelas kelanjutannya, bongkar saja dan bangun fasilitas baru yang lebih bermanfaat,” tambah Bone.
Hingga berita ini diturunkan, tidak terlihat aktivitas pembangunan apa pun di lokasi. Kerusakan terus bertambah, dan warga khawatir bangunan itu bisa memicu insiden baru jika tak segera diputuskan nasibnya.
Warga mendesak pemerintah daerah memberikan penjelasan transparan mengenai masa depan proyek tersebut, termasuk pertanggungjawaban terhadap anggaran miliaran rupiah yang sudah terserap.
Penulis: Husni Mubarak



















Komentar