KENDARI, KISAHAN.ID – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengingatkan semua pihak agar menghormati hasil Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Haluoleo (UHO) Kendari. Sebab, Pilrek UHO periode 2025-2029 telah final dan tidak ada lagi alasan untuk dipersoalkan.
Pengurus Besar (PB) PGRI Pusat, Abdul Halim Momo menyebut, Prof. Armid menjadi pemenang dalam Pilrek UHO 2025. Ia mengunci kemenangan tipis dengan perolehan 31 suara, disusul Prof. Takdir Saili sebanyak 30 suara, dan Prof. Ruslin 13 suara.
“Ini sudah final, tidak ada lagi alasan untuk ditunda. Harus segera dilantik,” tegas Halim, Senin (23/6/2025).
Mantan Ketua PGRI Sultra dua periode ini menjelaskan, semua calon yang bertarung dalam Pilrek UHO Kendari telah membuat pernyataan dan komitmen untuk tidak mempermasalahkan hasil akhir Pilrek. Untuk itu, Abdul Halim mengingatkan agar para calon yang belum beruntung menghormati perjanjian tersebut.
Apalagi, lanjut dosen FKIP UHO itu, proses pemilihan rektor yang berlangsung di Aula Rektorat UHO pada Senin (16/6), lalu, dipantau langsung oleh pihak Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Dr. Fauzan.
“Ada pihak kementerian yang datang langsung memantau proses pemilihan. Semuanya lancar, tidak ada kendala. Dan hasil akhir yang dinyatakan sebagai pemenang adalah Prof. Armid,” bebernya.
Halim juga mengingatkan kepada seluruh elit agar tidak mencederai proses demokrasi kampus di UHO Kendari. Jangan ada yang melakukan lobi-lobi di tingkat pusat. Semuanya telah usai dan Prof. Armid tinggal menunggu jadwal pelantikan saja.
Terakhir, Halim Momo mengucapkan selamat atas kemenangan Prof. Armid. Ia berharap, jawara Pilrek UHO periode 2025-2029 dapat menjalankan tugas dengan baik, serta mampu memperjuangkan hak-hak dosen dan mahasiswa demi terciptanya kampus UHO Kendari yang lebih baik lagi.
Penulis: Herlis Ode Mainuru



Komentar