KISAHAN.ID – Pesulap muda asal Kota Kendari, Abuzala Baldani (22), menjadi korban pembunuhan berencana. Hingga kini, keberadaan orang tua korban belum banyak tersorot media. Padahal, orang tua korban disebut-sebut sebagai pengusaha sukses, termasuk pemilik Hotel Qubah 9 di Kendari.
Baldani dibunuh oleh tiga orang yang mengaku sebagai rekannya, masing-masing berinisial AS, AP, dan N, pada Selasa (22/9/2026). Jenazahnya ditemukan di Tol Bocimi KM 69, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat (Jabar), pada Selasa (29/9/2026).
Saat ditangkap di lokasi berbeda pada Selasa (13/10/2026), ketiga pelaku kompak mengaku sakit hati terhadap korban sehingga merencanakan pembunuhan tersebut.
“Ketiga tersangka yang sudah saling mengenal, motif dari pembunuhan tersebut, yaitu adanya rasa sakit hati dan dendam,” ujar Wakapolres Sukabumi, Kompol Agus Susanto, Jumat (16/10/2026), dilansir dari DetikNews.
Para pelaku berpura-pura menawarkan pekerjaan kepada korban di Bandung. Mereka kemudian menjemput korban menggunakan mobil di Jakarta dan menghabisi nyawanya di dalam kendaraan saat korban sedang tidur. Jenazah korban selanjutnya dibuang di Tol Bocimi KM 69.
Rekaman Suara Mengaku Papa Bocor
Di Kendari, Baldani pernah terseret dalam perkara kendaraan bermotor yang ditangani Polsek Poasia. Perkara tersebut tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor STPL/576/VIII/2026/Sultra/Res-Kdi/Siaga Polsek Poasia, tertanggal Senin, 17 Agustus 2026.
Kasus tersebut disebut sampai ke keluarga Baldani. Setelah itu, seseorang yang diduga sebagai ayahnya meminta korban segera meninggalkan Kota Kendari. Urusan sepeda motor disebut akan diselesaikan oleh pria tersebut. Instruksi untuk meninggalkan Kendari itu kemudian terungkap melalui rekaman suara.
“Sudah, kau berangkat besok. Itu motor urusan papa. Cepetan berangkat, nanti papa yang urusin itu, cuma 10 juta saya kok, ok, besok berangkat,” isi rekaman suara yang diteruskan korban kepada salah seorang temannya.
Perjalanan Baldani Meninggalkan Kendari
Polres Sukabumi menyebut Baldani berangkat dari Sulawesi menuju Bandung setelah diajak ketiga pelaku pembunuhan. Modusnya, para pelaku menawarkan pekerjaan kepada korban sekaligus jalan-jalan di kota tersebut.
Berbeda dengan penelusuran Kisahan.id, Baldani berangkat setelah mendapat instruksi dari seorang pria yang diduga sebagai ayahnya. Dari Kendari menuju Makassar, ia menggunakan bus antarkota PO Borlindo pada Kamis (17/9/2026).
Sebelum berangkat, Baldani juga sempat berpamitan kepada teman-temannya di Kendari. Ia mengatakan akan pergi ke Makassar, kemudian melanjutkan perjalanan ke Bandung atas instruksi ayahnya.
Baldani disebut sempat ragu dan berencana melarikan diri. Namun, ia takut ayahnya kecewa sehingga akhirnya memilih menuruti instruksi tersebut.
“Mau kabur sumpah, tapi ngga mau papa ku kecewa lagi, nanti dari Makassar lanjut ke Bandung,” tulis Baldani dalam percakapan dengan rekannya di Kendari.
Baldani Hilang, Ditemukan Tewas
Baldani dibunuh pada 22 September 2026, lima hari setelah meninggalkan Kota Kendari. Sejak saat itu, tidak ditemukan informasi mengenai laporan orang hilang terkait dirinya hingga jenazahnya ditemukan pada 29 September 2026.
Ketika ditemukan seorang petani di Tol Bocimi, jenazah korban berstatus Mr. X atau belum teridentifikasi. Polisi baru mengonfirmasi identitas korban pembunuhan tersebut pada Jumat (16/10/2026).
Identitas Baldani baru diketahui 17 hari setelah jenazahnya ditemukan. Sementara itu, belum ada informasi yang terungkap kepada publik mengenai laporan orang hilang dari pihak keluarga ataupun upaya pencarian terhadap korban.
Rilis Polres Sukabumi
Hingga ketiga pelaku ditangkap dan Polres Sukabumi menyampaikan keterangan resmi pada 16 Oktober 2026, belum ada penjelasan terperinci kepada publik mengenai lokasi pemakaman korban dan respons keluarganya.
Keberadaan orang tua korban juga belum terungkap secara jelas. Identitas serta latar belakang keluarga Baldani pun belum banyak mendapat sorotan media.
Pengakuan Rekan Korban di Kendari
Rekan Baldani bernama Mawar (nama samaran) mengungkapkan bahwa korban merupakan pesulap muda yang memiliki banyak teman di Kendari. Baldani diketahui tinggal di Hotel Qubah 9 dan kerap tampil bermain sulap di Cafe Langit.
Baldani disebut merupakan anak pemilik Hotel Qubah 9 Kendari, Rachmi Murma. Selain itu, orang tua Baldani disebut sebagai pengusaha sukses yang memiliki banyak bisnis di Sulawesi.
Namun, hingga kini, keberadaan ayah dan ibunya juga belum diketahui secara pasti oleh rekan korban tersebut.
“Dia tinggal di Qubah 9, ada hewan reptil peliharannya biasa kita lihat. Orang berada, setahu saya berdasarkan ceritanya dulu, orangtuanya Owner di sana, tapi saya tidak terlalu tahu faktanya. Aneh, masa anaknya dibunuh sampai saat ini tidak ada orangtua yang bicara,” paparnya.
Hingga kini, redaksi Kisahan.id masih melakukan penelusuran lebih lanjut ke pihak-pihak terkait.
Redaksi



















Komentar