KISAHAN.ID – Pria yang menjadi korban pembunuhan berencana di Tol Bocimi KM 69, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, bernama Abuzala Baldani (22), ternyata pesulap muda asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Hasil penelusuran Kisahan.id, Abuzala Baldani lahir di Pasuruan, Jawa Timur. Ia memiliki keluarga besar di Kecamatan Panakkukang, Kota Makkasar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Di Kendari, Abuzala bukan sosok yang asing bagi sejumlah rekannya apalagi ia adalah pesulap muda.
Namun, perjalanan hidup pemuda tersebut berakhir tragis setelah menjadi korban pembunuhan yang jasadnya ditemukan di sebuah jurang di Tol Bocimi KM 69, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Meski dikenal sebagai pesulap, Abuzala juga pernah terseret dalam perkara kendaraan bermotor yang ditangani Polsek Poasia, Kota Kendari. Perkara tersebut tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor STPL/576/VIII/2026/Sultra/Res-Kdi/Siaga Polsek Poasia, tertanggal Senin, 17 Agustus 2026.
Sementara itu, kasus pembunuhan yang merenggut nyawa Abuzala bermula ketika korban tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Selasa (22/9/2026), setelah menempuh perjalanan laut dari Makassar.
Setibanya di pelabuhan, korban dijemput tiga orang berinisial AS, AP, dan N. Sekitar 30 menit setelah meninggalkan pelabuhan, korban tertidur di mobil tersebut.
AP menjerat leher korban menggunakan tali tambang yang sudah disiapkan. N turut membantu menarik jeratan tersebut hingga korban meninggal dunia dalam waktu sekitar satu menit. AS berperan merancang strategi sekaligus mengemudikan mobil.
Setelah memastikan korban meninggal dunia, ketiganya membawa jasad Abuzala menuju wilayah selatan Sukabumi. Dalam perjalanan, mereka sempat berhenti untuk membeli perlengkapan pembungkus jasad di sebuah warung kelontong.
Jasad korban kemudian dimasukkan ke dalam karung dan dilempar melewati pembatas beton setinggi sekitar 1,2 meter hingga jatuh ke dasar jurang di bawah Jembatan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Kilometer 69, Kecamatan Ciambar.
Pada Selasa (29/9/2026), seorang petani menemukan jasad tersebut. Identitas korban kemudian terungkap melalui penyelidikan ilmiah dan pencocokan data forensik dengan pihak keluarga di Makassar.
Wakapolres Sukabumi Kompol Agus Susanto mengatakan, tiga tersangka ditangkap melalui penyelidikan gabungan Satreskrim Polres Sukabumi dan Resmob Ditreskrimum Polda Jawa Barat.
Salah satu tersangka ditangkap di terminal bus di Bandung pada Selasa (13/10/2026). Penangkapan itu kemudian dikembangkan hingga polisi mengamankan dua tersangka lainnya.
“Misteri yang menyita perhatian publik selama dua pekan ini berhasil kita bongkar secara tuntas. Dari jajaran Reskrim sudah mengamankan tiga tersangka yang berhasil diringkus,” ujar Agus di Mapolres Sukabumi, Jumat (16/10/2026).
Redaksi



















Komentar